Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menyambut Lebaran Idul Fitri

Menyambut Lebaran Idul Fitri

Opini Jumat, 28 Maret 2025 13:00 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Penulis: : M. Iyang Bahtiar

GazanaPublika.com – Setelah kemenangan umat Muslim dalam Perang Badar, perayaan Idul Fitri pertama kali dilaksanakan. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 624 Masehi atau tahun ke-2 Hijriyah, menandai hari kemenangan kaum Muslim setelah menuntaskan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

Advertisement

Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab Jahiliyah telah memiliki dua hari raya, yaitu Nairuz dan Mahrajan. Namun, perayaan tersebut diisi dengan pesta pora tanpa nilai manfaat, seperti konsumsi minuman memabukkan, tarian, dan adu ketangkasan sebagai bagian dari ritualnya.

Berdasarkan referensi dari Ensiklopedi Islam, kedua hari raya itu berasal dari tradisi Persia Kuno. Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu tentang kewajiban puasa Ramadhan, kedua perayaan tersebut digantikan dengan hari raya yang lebih bermakna, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda: Dahulu, kaum Jahiliyah memiliki dua hari dalam setahun untuk bermain. Ketika Nabi Muhammad SAW datang ke Madinah, beliau bersabda: ‘Kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan untuk bermain. Sesungguhnya, Allah telah menggantikannya dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.’” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).

BACA JUGA:  Menggali Sumber Pendanaan Negara, Ini Dia!

Dalam perspektif ulama fikih, Idul Fitri disebut sebagai ‘Lebaran Kecil’ (Idul Asghar), sedangkan Idul Adha dikenal sebagai ‘Lebaran Besar’ (Idul Akbar). Pada kesempatan ini, penulis akan mengulas makna Idul Fitri, yang sebentar lagi akan kita rayakan sebagai hari kemenangan setelah berjuang melawan hawa nafsu dan godaan duniawi selama sebulan penuh.

Idul Fitri juga menjadi momen untuk memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT, merajut silaturahmi, serta saling memaafkan. Salah satu tradisi fenomenal di Indonesia adalah mudik atau pulang kampung, yang biasanya ramai dilakukan seminggu sebelum Lebaran.

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi menjelaskan bahwa esensi hari raya tidak terletak pada pakaian baru atau hal-hal material. Beliau berkata:

BACA JUGA:  Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

“Allah SWT menjadikan tiga hari raya bagi orang beriman: hari Jumat, Idul Fitri, dan Idul Adha. Semuanya merupakan hari raya setelah kesempurnaan ibadah. Idul Fitri bukan bagi yang memakai pakaian baru, melainkan bagi yang bertambah ketaatannya. Bukan pula bagi yang berpenampilan mewah, tetapi bagi yang dosanya diampuni.” (Hasyiah Al-Bujairimi Alal Khatib, Juz 5, hlm. 412).

Berdasarkan konteks di atas, setiap Muslim hendaknya mengisi Idul Fitri dengan kebaikan, seperti menunaikan zakat fitrah sebelum matahari terbit dan membagikannya kepada yang berhak. Selain itu, dianjurkan pula untuk berziarah kubur, terutama kepada orang tua dan kerabat.

Semoga kita semua meraih kebahagiaan sejati di hari kemenangan ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.***

Advertisement

Lebaran
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Opini

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Opini

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

BERITA TERBARU

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.