Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Irma Suryani Kritik Klaim Pahlawan Nasional oleh Kelompok Ba’alawi, Penyesatan Sejarah yang Berbahaya

Irma Suryani Kritik Klaim Pahlawan Nasional oleh Kelompok Ba’alawi, Penyesatan Sejarah yang Berbahaya

Spesial Rabu, 14 Agustus 2024 7:09 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Irma Suryani, Fraksi Partai Nasdem (foto: screenshot AW Kertapati Channel)

Advertisement

GazanaPublika.com – Anggota Fraksi Partai Nasional dari Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyampaikan kritik tajam terhadap klaim-klaim yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang menurutnya menyesatkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Melalui sebuah video yang diunggah di channel YouTube (8/8/2024), Irma Suryani menyoroti adanya upaya kelompok yang ia sebut sebagai “Ba’alawi” untuk mengklaim bahwa para pahlawan nasional yang berjuang merebut kemerdekaan adalah bagian dari kelompok mereka.

Irma menilai klaim-klaim tersebut sebagai upaya yang sangat berbahaya, tidak hanya bagi sejarah, tetapi juga bagi persatuan dan kesatuan bangsa. “Jika ada oknum-oknum yang mengaku sebagai cucu nabi, silakan saja sepanjang tidak menyesatkan umat, apalagi kemudian menyesatkan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Itu sudah perbuatan kriminal menurut saya,” ujar Irma dalam pernyataannya.

Advertisement

Ia menegaskan bahwa pengakuan yang tidak berdasar ini berpotensi merusak perjuangan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Pulau Rote. Irma juga mengingatkan bahwa upaya ini bisa menjadi bagian dari strategi terstruktur untuk mengklaim dan menguasai Indonesia melalui ajaran atau tafsir agama yang salah. Ia mencontohkan klaim terhadap Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, sebagai bagian dari kelompok tersebut, yang dianggapnya sebagai “penyesatan sejarah yang luar biasa.”

“Jangan salah, perebutan atau klaim-klaim yang akan membuat Indonesia direbut secara perlahan-lahan oleh oknum-oknum imigran yang ingin menguasai Indonesia, ini lebih berbahaya dari sekedar politik dinasti,” lanjutnya.

Lebih jauh, Irma menyatakan kekhawatirannya bahwa upaya-upaya semacam ini dapat mengarah pada agenda untuk mengubah sistem Pancasila menjadi sistem Khilafah, yang menurutnya berpotensi merusak fondasi negara. Meski demikian, Irma juga mengingatkan agar tidak mengeneralisasi semua keturunan Arab, mengingat banyak di antara mereka yang berkontribusi positif bagi bangsa Indonesia. Namun, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap oknum-oknum yang memiliki agenda tersembunyi.

“Kita tidak boleh membiarkan klaim-klaim yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Republik Indonesia yang kita cintai ini. Perjuangan kemerdekaan itu dari Sabang sampai Pulau Rote dilakukan oleh semua suku dan agama yang diakui di negara ini,” tegasnya.

Irma Suryani menutup pernyataannya dengan menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak membiarkan adanya klaim-klaim yang menyesatkan sejarah bangsa. “Salam kemerdekaan, jaga NKRI,” pungkasnya.

Pernyataan Irma Suryani ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebenaran sejarah dan mewaspadai segala bentuk upaya yang dapat memecah belah bangsa.

Advertisement

Sejarah
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, 5 Partai Dukung

Spesial

KUHP Baru: Nikah Siri, Ada Ancaman Pidana

Spesial

Di Cina, Alat Kontrasepsi Kena Pajak, Penitipan Anak Bebas PPN

Spesial

Gemar Konsumsi Jajanan Manis, Perempuan Surabaya Alami Diabetes LADA di Usia Muda

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.