Advertisement
GazanaPublika.com – Anggota Fraksi Partai Nasional dari Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyampaikan kritik tajam terhadap klaim-klaim yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang menurutnya menyesatkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Melalui sebuah video yang diunggah di channel YouTube (8/8/2024), Irma Suryani menyoroti adanya upaya kelompok yang ia sebut sebagai “Ba’alawi” untuk mengklaim bahwa para pahlawan nasional yang berjuang merebut kemerdekaan adalah bagian dari kelompok mereka.
Irma menilai klaim-klaim tersebut sebagai upaya yang sangat berbahaya, tidak hanya bagi sejarah, tetapi juga bagi persatuan dan kesatuan bangsa. “Jika ada oknum-oknum yang mengaku sebagai cucu nabi, silakan saja sepanjang tidak menyesatkan umat, apalagi kemudian menyesatkan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Itu sudah perbuatan kriminal menurut saya,” ujar Irma dalam pernyataannya.
Advertisement
Ia menegaskan bahwa pengakuan yang tidak berdasar ini berpotensi merusak perjuangan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Pulau Rote. Irma juga mengingatkan bahwa upaya ini bisa menjadi bagian dari strategi terstruktur untuk mengklaim dan menguasai Indonesia melalui ajaran atau tafsir agama yang salah. Ia mencontohkan klaim terhadap Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, sebagai bagian dari kelompok tersebut, yang dianggapnya sebagai “penyesatan sejarah yang luar biasa.”
“Jangan salah, perebutan atau klaim-klaim yang akan membuat Indonesia direbut secara perlahan-lahan oleh oknum-oknum imigran yang ingin menguasai Indonesia, ini lebih berbahaya dari sekedar politik dinasti,” lanjutnya.
Lebih jauh, Irma menyatakan kekhawatirannya bahwa upaya-upaya semacam ini dapat mengarah pada agenda untuk mengubah sistem Pancasila menjadi sistem Khilafah, yang menurutnya berpotensi merusak fondasi negara. Meski demikian, Irma juga mengingatkan agar tidak mengeneralisasi semua keturunan Arab, mengingat banyak di antara mereka yang berkontribusi positif bagi bangsa Indonesia. Namun, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap oknum-oknum yang memiliki agenda tersembunyi.
“Kita tidak boleh membiarkan klaim-klaim yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Republik Indonesia yang kita cintai ini. Perjuangan kemerdekaan itu dari Sabang sampai Pulau Rote dilakukan oleh semua suku dan agama yang diakui di negara ini,” tegasnya.
Irma Suryani menutup pernyataannya dengan menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak membiarkan adanya klaim-klaim yang menyesatkan sejarah bangsa. “Salam kemerdekaan, jaga NKRI,” pungkasnya.
Pernyataan Irma Suryani ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebenaran sejarah dan mewaspadai segala bentuk upaya yang dapat memecah belah bangsa.
Advertisement
Advertisement
