Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gemar Konsumsi Jajanan Manis, Perempuan Surabaya Alami Diabetes LADA di Usia Muda

Gemar Konsumsi Jajanan Manis, Perempuan Surabaya Alami Diabetes LADA di Usia Muda

Spesial Sabtu, 20 Desember 2025 21:42 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Seorang perempuan asal Surabaya, Lilla Syifa (29), didiagnosis mengidap diabetes tipe 1,5 atau Latent Autoimmune Diabetes in Adults (LADA) di usia yang relatif muda. Kondisi tersebut baru disadarinya setelah mengalami sejumlah gangguan kesehatan yang awalnya dianggap sepele.

Perempuan yang akrab disapa Cipa ini mengakui bahwa selama bertahun-tahun ia memiliki pola hidup yang kurang sehat. Konsumsi makanan dan minuman manis menjadi kebiasaan sehari-hari, termasuk berbagai jajanan viral dan minuman kekinian. Aktivitas fisik yang minim serta pola tidur yang tidak teratur turut memperburuk kondisi kesehatannya.

Advertisement

Sebelum mendapat diagnosis medis, Cipa sempat mengalami beberapa keluhan fisik. Namun, gejala tersebut tidak langsung dikaitkan dengan gangguan gula darah.

Salah satu tanda awal yang dirasakan adalah kram pada kaki, terutama di area betis dan jari kaki. Keluhan itu sempat dianggapnya sebagai dampak kelelahan atau penggunaan alas kaki tertentu.

“Sekitar Mei atau Juni 2025, aku tuh sering kram kaki kayak di betis atau kayak di jari kaki yang tiba-tiba kayak melengkung gitu. Aku pertama nggak nyadar, mungkin karena sepatu nggak enak karena pakai heels terus ya,” kata Cipa kepada detikcom, Jumat (19/12/2025).

Selain itu, Cipa juga mengalami rasa haus berlebihan meski asupan cairan sudah cukup. Kondisi tersebut bahkan sampai menimbulkan keluhan pada bibir yang tampak sangat kering.

“Aku gampang banget haus padahal minumku banyak banget. Bahkan bibir itu sampai bener-bener kering. Keringnya sampai orang-orang notice ya, sampai ngelopek semua,” katanya.

Rasa haus ekstrem tersebut pernah dialaminya dalam situasi sehari-hari yang cukup mengganggu aktivitas.

“Jadi sempet naik ojol, lagi macet-macetan dan air yang aku bawa itu habis. Bener-bener yang kelabakan cari air. Haus banget, dahaga kayak di padang gurun,” sambungnya.

Gejala lain yang muncul adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya kadar gula darah yang memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine.

“Sehari tuh banyak banget deh. Kayak 10 menit udah pipis lagi. Nah dari situ aku mulai nyadarnya. Kepala juga kayak keliyengan gitu, pusing banget, lemas, lunglai,” katanya.

Kondisi kesehatan Cipa kemudian memburuk hingga menyebabkan penurunan kesadaran. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar gula darah mencapai 356 mg/dl dengan HbA1c sebesar 11,5 persen. Ia sempat mengalami koma dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

“Sekitar tanggal 17 Agustus malam, aku hilang kesadaran kurang lebih 12 hari kalau nggak salah. Akhirnya aku masuk ICU, sampai infus aku ditaruh ke leher. Aku akhirnya pasang ventilator,” katanya.

“Kayak makan aku dari hidung, pokoknya semua aku pasang alat,” sambungnya.
Pada masa kritis tersebut, dokter juga mempertimbangkan tindakan cuci darah karena fungsi ginjal Cipa sempat turun hingga 10 persen, disertai penurunan fungsi pankreas. Namun, prosedur hemodialisis tidak jadi dilakukan karena kondisi ginjalnya berangsur membaik.

“Udah keracunan gula gitu ya. Waktu itu dokter bilang aku ada kemungkinan hilang ingatan, kemungkinan hilang kemampuan motorik,” katanya.

“Karena bener-bener, itu kan udah komplikasi ya bukan sekadar nurunin makan gula doang, udah kena ke organ-organ lainnya. Gulanya merusak organ lainnya,” sambungnya.

Kisah yang dialami Cipa menjadi pengingat bahwa diabetes tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga dapat muncul pada usia produktif, terutama jika disertai pola hidup yang tidak sehat dan kurangnya kewaspadaan terhadap gejala awal.

Advertisement

Guru Kesehatan Kisah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, 5 Partai Dukung

Spesial

KUHP Baru: Nikah Siri, Ada Ancaman Pidana

Spesial

Di Cina, Alat Kontrasepsi Kena Pajak, Penitipan Anak Bebas PPN

Spesial

Mengurai Krisis PBNU dan Pemberhentian Gus Yahya

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.