Advertisement
GazanaPublika.com – Pemilihan Gubernur 2024 menjadi momentum penting bagi peta politik Indonesia. Dari hasil rekapitulasi suara yang telah dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Gerindra tampil sebagai jawara dengan mendominasi 14 dari 38 provinsi. Capaian ini menegaskan posisi Gerindra sebagai salah satu kekuatan politik terbesar di Tanah Air.
Gerindra berhasil mengamankan kemenangan di sejumlah wilayah strategis seperti Aceh, Jawa Barat, dan Lampung. Kemenangan terbesar mereka terjadi di Lampung, di mana pasangan Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela mencatatkan kemenangan mutlak dengan 82,54% suara. Hegemoni Gerindra juga diperkuat oleh kolaborasi dengan partai-partai dari Koalisi Indonesia Maju (KIM Plus), yang menjadi poros dominan dalam Pilpres 2024.
Advertisement
Partai Lain di Balik Dominasi Gerindra
Di bawah Gerindra, Partai Golkar menyusul dengan kemenangan di 8 provinsi, termasuk Kalimantan Timur dan Bangka Belitung. Demokrat dan NasDem masing-masing meraih 7 dan 6 provinsi, dengan Demokrat mencatat kemenangan besar di Jawa Timur melalui pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak (57,23%).
Sementara itu, PDIP harus puas berada di posisi kelima dengan hanya menang di lima provinsi, termasuk Bali dan DKI Jakarta. Meski tak mendominasi, kemenangan PDIP di Bali dengan pasangan I Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta menunjukkan kekuatan tradisionalnya di Pulau Dewata.
Kemenangan Partai Lain yang Mencuri Perhatian
Selain dominasi partai-partai besar, partai lain seperti PAN, PKS, PPP, dan PKB juga mencatat kemenangan di beberapa daerah. PAN mengamankan Jambi dengan Al Haris-Abdullah Sani yang meraih 60,7% suara. Di sisi lain, Hanura yang hanya memenangkan satu provinsi berhasil memanfaatkan peluang di Kalimantan Utara dengan pasangan Zainal Arifin Paliwang-Ingkong Ala (55%).
Peta Politik Baru Menuju 2024
Hasil Pilgub 2024 memberikan gambaran menarik tentang kekuatan politik masing-masing partai menjelang Pemilu 2024. Gerindra yang memimpin, diikuti oleh Golkar dan Demokrat, mempertegas persaingan antarblok koalisi.
Dominasi Gerindra dan keberhasilan KIM Plus menunjukkan pengaruh kuat Prabowo Subianto sebagai tokoh sentral di kancah politik nasional. Namun, tantangan masih menanti, terutama dari partai-partai yang berusaha mengukuhkan basis kekuatannya menjelang pesta demokrasi terbesar Indonesia.
Peta politik ini menjadi cerminan dinamika kekuatan partai-partai besar dalam merebut simpati masyarakat. Perjalanan menuju Pemilu 2024 tampaknya akan semakin menarik untuk diikuti.
Urutan Partai Pemenang Pemilihan Gubernur 2024 sebagai berikut:
1. Gerindra (14 Provinsi)
• Aceh: Muzakir Manaf – Fadhlullah (53,00%)
• Banten: Andra Sony – Dimyati Natakusumah (57,52%)
• Jawa Barat: Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan (61,16%)
• Kalimantan Tengah: Agustiar Sabran – Edy Pratowo (37,12%)
• Sumatera Barat: Mahyeldi SP – Vasko Ruseimy ST (77,11%)
• Lampung: Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Nurlela (82,54%)
• Kalimantan Timur: Rudy Mas’ud – Seno Aji (56,39%)
• Sulawesi Utara: Yulius Selvanus – Johannes Victor Mailangkay (36,51%)
• Sulawesi Tenggara: Andi Sumangerukka – Hugua (49,48%)
• Maluku: Hendrik Lewerissa – Abdullah Vanath (50,69%)
• NTT: Emanuel Melkiades Laka Lena – Jhoni Asadoma (37,58%)
• Papua Barat Daya: Elisa Kambu – Ahmad Nasraus (47,09%)
• Papua Pegunungan: Befa Yigibalom – Natal Pahabol (54,57%)
• Kepulauan Riau: Ansar Ahmad – Nyanyang Haris Pratamura (50,05%)
2. Golkar (8 Provinsi)
• Kalimantan Timur: Rudy Mas’ud – Seno Aji (56,39%)
• Kepulauan Bangka Belitung: Hidayat Arsani – Hellyana (50,78%)
• Kepulauan Riau: Ansar Ahmad – Nyanyang Haris Pratamura (55,07%)
• NTT: Emanuel Melkiades Laka Lena – Jhoni Asadoma (37,58%)
• Gorontalo: Gusnar Ismail – Idah Syahidah (42,59%)
• Kalimantan Tengah: Agustiar Sabran – Edy Pratowo (37,26%)
• Kalimantan Selatan: Muhidin – Hasnuryadi Sulaiman (82,38%)
• NTB: Lulu Muhammad Iqbal – Indah Dhamayanti Putri (42,20%)
3. Demokrat (7 Provinsi)
• Gorontalo: Gusnar Ismail – Idah Syahidah (42,59%)
• Sumatera Selatan: Herman Deru – Cik Ujang (51,55%)
• Maluku Utara: Sherly Tjoanda – Sarbin Sehe (50,73%)
• Papua Tengah: Willem Wandik – Aloisius Giayi (49,90%)
• Sulawesi Tengah: Anwar Hafid – Reny Lamadjido (45,40%)
• Jawa Timur: Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak (57,23%)
• Sulawesi Barat: Suhardi Duka – Salim S. Mengga (46,11%)
4. NasDem (6 Provinsi)
• Papua Barat: Dominggus Mandacan – Mohamad Lakotani (92,67%)
• Papua Pegunungan: Befa Yigibalom – Natal Pahabol (55,95%)
• Sumatera Selatan: Herman Deru – Cik Ujang
• Sulawesi Barat: Suhardi Duka – Salim S. Mengga (46,11%)
• Sulawesi Utara: Yulius Selvanus – Johannes Victor Mailangkay (36,51%)
• Sulawesi Selatan: Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi (76,34%)
5. PDIP (5 Provinsi)
• Bali: I Wayan Koster – Nyoman Giri Prasta (61,44%)
• DKI Jakarta: Pramono Anung – Rano Karno (50,07%)
• Kalimantan Barat: Ria Norsan – Krisantus (52,70%)
• Papua: Benhur Tomi – Yermias Bisai (50,06%)
• Papua Selatan: Apolo Safanpo – Paslais Imadawa (49,52%)
6. PAN (3 Provinsi)
• Jambi: Al Haris – Abdullah Sani (60,70%)
• Kalimantan Selatan: Muhidin – Hasnuryadi Sulaiman (82,38%)
• Bengkulu: Helmi Hasan – Mian (55,09%)
7. PKS (3 Provinsi)
• Papua Selatan: Apolo Safanpo – Paslais Imadawa (49,52%)
• Sumatera Barat: Mahyeldi – Vasko Ruseimy (77,99%)
• Banten: Andra Sony – Dimyati Natakusumah (55,80%)
8. PPP (3 Provinsi)
• Jawa Tengah: Ahmad Luthfi – Taj Yasin (58,44%)
• Kepulauan Bangka Belitung: Hidayat Arsani – Hellyana (50,77%)
• Sulawesi Tenggara: Andi Sumangerukka – Hugua (49,48%)
9. PKB (2 Provinsi)
• Riau: Abdul Wahid – SF Hariyanto (43,30%)
• Sulawesi Tengah: Anwar Hafid – Reny Lamadjido (45,40%)
10. Hanura (1 Provinsi)
• Kalimantan Utara: Zainal Arifin Paliwang – Ingkong Ala (55%)
Advertisement
Advertisement
