Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hercules Lawan Dua Jenderal: Kronologi Perseteruan » Halaman 2

Hercules Lawan Dua Jenderal: Kronologi Perseteruan

Spesial Sabtu, 3 Mei 2025 6:37 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

“Baret merah itu simbol kehormatan. Tidak sembarang orang bisa pakai. Ormas-ormas yang mencatut simbol itu dan bertindak seperti preman justru mencederai negara,” ujar Sutiyoso dalam sebuah wawancara yang kemudian ramai dikutip berbagai media.

Pernyataan itu menyulut api. Hercules, yang dikenal memimpin ormas GRIB Jaya — salah satu kelompok yang kerap mengenakan atribut mirip militer — merasa disindir langsung. Ia pun merespons dengan tajam. Dalam sebuah video yang beredar luas, Hercules tak hanya mengecam ucapan Sutiyoso, tetapi juga menuduhnya sebagai bagian dari elit militer yang mencoba menggulingkan Gibran Rakabuming Raka dari kursi wakil presiden terpilih.

Advertisement

“Jangan sok bersih bicara soal negara! Saya tahu siapa yang main belakang. Termasuk Bang Yos, yang diam-diam ikut skenario menyingkirkan Gibran. Jangan kira saya diam saja,” ujar Hercules dengan nada tinggi dalam video tersebut.

Seperti gayung bersambut, Gatot Nurmantyo, jenderal purnawirawan yang dikenal vokal dan memiliki basis pendukung militan, langsung angkat bicara. Ia mengecam keras pernyataan Hercules dan menyebut mantan preman itu sebagai ancaman bagi wibawa negara.

“Negara ini bukan tempat untuk preman berkedok ormas. Jangan sok patriotik. Bicara hukum, bukan otot!” kata Gatot dalam sebuah wawancara, yang langsung memancing reaksi publik. Tak tinggal diam, Hercules kembali menantang Gatot secara terbuka. Ia menyebut bahwa dirinya tidak takut, bahkan jika harus berhadapan langsung dengan Gatot.

Setelah kontroversi yang menyulut perseteruan antara dirinya dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, serta tudingan keras terhadap Letjen (Purn) Sutiyoso, Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal dengan nama Hercules akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Pernyataan ini keluar setelah berbagai pihak, termasuk dari kalangan masyarakat dan tokoh politik, mendesak agar Hercules menenangkan situasi dan bertanggung jawab atas pernyataannya yang dianggap menyinggung Sutiyoso. Dalam video permintaan maaf yang dirilis di media sosial, Hercules mengungkapkan penyesalannya atas kata-kata yang keluar dari mulutnya terkait Sutiyoso.

“Saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf kepada Letjen (Purn) Sutiyoso atas pernyataan saya yang tidak tepat dan berpotensi menimbulkan ketegangan. Saya menyadari bahwa saya mungkin telah melukai perasaan beliau dan pihak-pihak yang menghormati beliau. Saya minta maaf jika kata-kata saya menyinggung, dan saya berjanji untuk lebih berhati-hati dalam berbicara di masa depan,” ujar Hercules dalam pernyataan tersebut.
Namun, Hercules juga menegaskan bahwa permintaan maaf ini tidak mengubah sikapnya terkait komitmennya untuk terus membela kebenaran dan keadilan, khususnya dalam konteks peran GRIB Jaya dalam mengawal hasil pemilu dan mendukung Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.

“Saya tetap pada posisi saya untuk memperjuangkan kebenaran dan tidak akan mundur dari sikap saya dalam membela hasil pemilu. Namun, saya mengakui bahwa dalam situasi ini, saya harus lebih bijaksana dalam memilih kata-kata dan tidak melukai siapapun. Ini adalah pelajaran berharga bagi saya,” lanjutnya.

Permintaan maaf ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antara Hercules dan Sutiyoso, serta mengembalikan fokus pada isu-isu yang lebih konstruktif dalam kehidupan berpolitik dan berorganisasi di Indonesia.

“Saya tidak takut sama Gatot! Kalau dia jenderal dan merasa paling hebat, ayo ketemu langsung, jangan bacot di media! Saya tidak gentar, saya juga punya sejarah di negeri ini!” tegas Hercules dalam video lanjutan yang tak kalah viral.

Kronologi Perseteruan Hercules dan Gatot Nurmantyo

• Pernyataan Sutiyoso
Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta dan tokoh senior militer, dalam sebuah wawancara mengkritik ormas-ormas yang memakai atribut militer seperti baret merah, menyebut mereka sebagai preman yang meresahkan. Pernyataan ini ditujukan kepada kelompok-kelompok yang menurutnya mencemarkan simbol kehormatan militer.

Sutiyoso mengkritik keras ormas yang mengenakan atribut militer dan berperilaku seperti preman. Ia menekankan bahwa hal tersebut mencemari simbol kehormatan militer dan merusak citra negara.

• Reaksi Hercules
Hercules, yang memimpin ormas GRIB Jaya, langsung merasa bahwa kritik tersebut menyasar organisasinya. Dalam sebuah video yang viral, Hercules tidak hanya membela GRIB tetapi juga menuduh Sutiyoso dan jenderal-jenderal tua lainnya berusaha menggulingkan Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden terpilih.

Hercules dengan tegas menentang apa yang ia anggap sebagai upaya elit militer yang ingin menggulingkan Gibran Rakabuming Raka, yang ia yakini sebagai pilihan politik sah. Ia menantang siapa saja yang berusaha mengganggu hasil pemilu untuk menghadapi dirinya.

• Serangan Gatot Nurmantyo
Tidak terima dengan serangan tersebut, Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, memberikan reaksi keras. Gatot mengecam keras perilaku Hercules dan menganggapnya sebagai preman yang mengatasnamakan ormas untuk mengatur negara. Ia juga menegaskan bahwa negara memiliki hukum yang harus dihormati dan ditegakkan.

Gatot menyerukan pentingnya penegakan hukum dan peringatan keras terhadap ormas-ormas yang melanggar aturan, mengingat ancaman terhadap stabilitas nasional dan negara.

• Tantangan Terbuka dari Hercules
Hercules merespons serangan tersebut dengan menantang Gatot secara langsung, menyatakan bahwa dirinya tidak takut menghadapi Gatot, bahkan jika Gatot adalah seorang jenderal bintang empat sekalipun. Hercules meminta Gatot untuk bertemu langsung, bukan hanya berbicara di media.
• Viral di Media Sosial
Konflik ini dengan cepat menyebar di media sosial, memunculkan tagar seperti #DukungGatot, #TolakPremanisme, dan #HerculesVsGatot. Banyak netizen membela Gatot dengan alasan untuk menjaga wibawa negara dan hukum, sementara beberapa lainnya mendukung Hercules atas keberaniannya berbicara menentang elit militer.
• Pernyataan Terbaru Hercules
Dalam sebuah pernyataan terbaru, Hercules kembali menegaskan bahwa dirinya dan GRIB Jaya akan terus membela hasil pemilu dan mendukung Gibran Rakabuming Raka. Ia juga memperingatkan jenderal-jenderal yang berusaha menggulingkan Gibran agar tidak berani mencoba untuk mengganggu stabilitas politik yang sah.
• Gatot Meningkatkan Desakan Penegakan Hukum
Sebagai mantan Panglima TNI, Gatot juga menyerukan agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu terhadap ormas-ormas yang melanggar ketertiban. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas negara dan mencegah tumbuhnya premanisme yang mengancam keutuhan NKRI.***

Advertisement

1 2
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, 5 Partai Dukung

Spesial

KUHP Baru: Nikah Siri, Ada Ancaman Pidana

Spesial

Di Cina, Alat Kontrasepsi Kena Pajak, Penitipan Anak Bebas PPN

Spesial

Gemar Konsumsi Jajanan Manis, Perempuan Surabaya Alami Diabetes LADA di Usia Muda

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.