Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tangis Palsu Wadison Terbongkar: Bunuh Istri Rekayasa Perampokan Gagal

Tangis Palsu Wadison Terbongkar: Bunuh Istri Rekayasa Perampokan Gagal

Banten Kamis, 5 Juni 2025 20:23 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang – Warga Walantaka, Kota Serang, dikejutkan dengan kasus pembunuhan keji yang dilakukan Wadison Pasaribu (32) terhadap istrinya sendiri, PS (33), yang kemudian direkayasa seolah-olah korban menjadi sasaran perampokan. Wadison sempat menangis histeris di hadapan jenazah istrinya, berusaha membangun citra suami berduka yang kehilangan istri tercinta. Namun, akting itu tak bertahan lama. Fakta sesungguhnya terbongkar oleh aparat kepolisian setelah penyelidikan intensif dilakukan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu malam, 31 Mei 2025, sekitar pukul 23.30 WIB. PS ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya. Video Wadison yang menangis di samping jasad sang istri viral di media sosial. Dalam rekaman itu, Wadison terlihat meratap, bahkan meraba gaun milik korban dengan ekspresi pilu. Beberapa anggota keluarga tampak berusaha menenangkan Wadison dengan mengelus kepala dan memeluknya.

Namun, di balik air mata itu tersimpan rencana jahat. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan Wadison sebagai tersangka pembunuhan. Motifnya: ingin menikah dengan perempuan lain dan menguasai hak asuh anak yang diyakininya akan jatuh ke tangan istri jika mereka bercerai.

BACA JUGA:  Kasus Aduan Warga, Unit Reskrim Polsek Cisoka Datangi Pemuda Jayanti

Advertisement

“Motif pelaku menghabisi nyawa istrinya adalah karena ingin menikahi perempuan lain. Ia juga ingin mendapatkan hak asuh anak. Menurutnya, jika bercerai, hak asuh akan jatuh kepada istrinya. Maka, dia berpikir harus menghabisi istrinya agar bisa mengasuh anak mereka,” ujar Kapolresta Serang Kota, Kombes Yudha Satria, dalam konferensi pers di Mapolresta, Kamis (5/6/2025).

Menurut keterangan polisi, Wadison telah merencanakan pembunuhan secara matang. Ia menunggu saat istrinya tertidur lelap, lalu melancarkan aksinya. Ironisnya, sebelum kejadian, pasangan ini sempat berhubungan intim. Namun usai itu, terjadi percakapan yang memicu amarah Wadison.

“Setelah berhubungan, korban merasa lapar dan meminta suaminya memesan makanan. Namun pelaku menolak. Kemudian korban berkata bahwa pelaku hanya ingin uangnya, dan menyebut kata ‘mokondo’. Kata-kata itu menyinggung perasaan pelaku,” jelas Yudha.

Ucapan korban yang dianggap merendahkan itu menjadi pemicu utama Wadison melakukan tindakan fatal. Ia lalu membunuh PS dan menyusun skenario seolah-olah mereka menjadi korban perampokan. Wajahnya yang lebam dan tubuhnya yang tampak luka ternyata merupakan bagian dari upaya merekayasa kejadian.

BACA JUGA:  Kekeringan Melanda Sawah, Petani Cikeusik Kritik Keras Kinerja UPTD DAS Ciliman-Cisawarna

“Pura-pura, bagian dari rekayasa. Dia nangis kayak gitu supaya meyakinkan semua orang bahwa itu perampokan,” ungkap Kasie Humas Polresta Serang Kota, Ipda Raden M. Maulani.

Pada saat konferensi pers, Wadison kembali menangis di hadapan aparat dan awak media. Dengan mengenakan penutup wajah balaclava, ia menyampaikan penyesalannya. “Saya menyesal. Istri saya tidak mau berhubungan badan dengan saya,” ujarnya sambil terisak.

Namun, air mata itu kini tak lagi menyentuh publik. Banyak yang menyebutnya sebagai tangisan buaya, lantaran terbukti hanya menjadi bagian dari sandiwara yang menyembunyikan niat busuknya untuk menghabisi nyawa perempuan yang telah menemaninya bertahun-tahun.

Kini Wadison Pasaribu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati. Sementara itu, publik Kota Serang masih berguncang dengan kenyataan bahwa kejahatan mengerikan ini dilakukan oleh seseorang yang tampak begitu berduka di hadapan umum.

Advertisement

Kota Serang
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Banten

MUSTILUB XI IMC 11 Agustus Berujung Manis, Kini Resmi Berbadan Hukum Lewat SK Kemenkum

Banten

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

BERITA TERBARU

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Korupsi Tunjangan DPRD

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version