Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Warga Cilograng Tolak Klaim Sepihak PT Mayora atas Lahan Garapan

Warga Cilograng Tolak Klaim Sepihak PT Mayora atas Lahan Garapan

Banten Jumat, 3 Oktober 2025 0:23 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com,   Lebak – Ratusan warga Desa Cireundeu, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, menolak rencana PT Mayora yang mengklaim tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Alam Permai Sawarna (APS). Penolakan itu disampaikan saat perusahaan mengundang warga dalam musyawarah di kantor desa pada Kamis (2/10/2025).

Warga menilai klaim tersebut tidak berdasar. Pasalnya, lahan yang dimaksud sudah lebih dari 30 tahun tidak digarap oleh pemilik awal dan justru dikelola warga secara turun-temurun.

“Dulu lahan ini dibebaskan PT APS pada 1995-1996, tapi kemudian diterlantarkan. Sudah hampir tiga dekade warga yang menggarap untuk kebutuhan hidupnya,” ujar Sumarja, mantan Kepala Desa Cibareno sekaligus saksi sejarah.

BACA JUGA:  Truk Tambang Jadi Sorotan, Polda Banten Gelar Rakor Pengendalian Jam Operasional Angkutan Tambang

Menurutnya, saat pembebasan lahan dahulu terdapat kesepakatan bersama: jika dalam tiga tahun lahan tidak dikelola, maka otomatis kembali ke masyarakat.

“Anehnya, tiba-tiba sekarang PT Mayora datang, mematok lahan, bahkan meminta bagi hasil 60 persen untuk warga dan 40 persen untuk perusahaan. Padahal status HGU sudah habis,” kata pria yang akrab disapa Apih Lurah.

Kepala Desa Cireundeu Herdiana dan Camat Cilograng Hendi Suhendi yang hadir dalam musyawarah mengaku tidak mengetahui detail sejarah lahan tersebut. Mereka menyebut keterangan paling valid ada pada saksi sejarah yang masih hidup.

Musyawarah sempat berlangsung panas ketika warga mempertanyakan kapasitas PT Mayora dalam mengklaim tanah yang sudah puluhan tahun digarap masyarakat.

BACA JUGA:  Jazuli Juwaini Terpilih Pimpin PB Mathla’ul Anwar 2026–2031, Unggul Tipis dalam Voting Ketat dan Sempat Ricuh

“Kami minta Mayora jelaskan legalitasnya. Jangan asal klaim, karena ini menyangkut hidup ratusan warga,” tegas Rizwan Comrade, perwakilan warga.

Rizwan juga memperingatkan jika perusahaan tetap bersikukuh, potensi konflik terbuka lebar. “Kalau tetap memaksakan klaim, ini akan jadi masalah besar,” ujarnya.

Pertemuan akhirnya berakhir buntu tanpa kesepakatan. Warga bersikeras menolak, sementara pihak PT Mayora tidak mampu menunjukkan dasar hukum yang jelas atas klaim tanah tersebut.

Musyawarah itu dihadiri ratusan warga penggarap, perangkat Desa Cireundeu, Camat Cilograng, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. (Drix)

sengketa lahan
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

Banten

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Banten Gelar Upacara dan Serukan Persatuan

Banten

STAI Nurul Hidayah Lebak Banten Wisuda 46 Sarjana dan Peringati Harlah Ke-14

Banten

UNMA Gelar Kurban Idul Adha, Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing, Perkuat Nilai Kepedulian

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.