Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dugaan Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa Lebak, PMII Desak Polres Usut Tuntas hingga Aktor Intelektual

Dugaan Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa Lebak, PMII Desak Polres Usut Tuntas hingga Aktor Intelektual

Banten Sabtu, 4 April 2026 22:26 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak — Dugaan tindak pengancaman dan penganiayaan yang dialami salah seorang aktivis mahasiswa di Kabupaten Lebak, Hendrik Arriqy, memicu kecaman luas dari kalangan mahasiswa dan organisasi pergerakan. Korban diketahui merupakan bagian dari kepengurusan cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lebak.

Insiden tersebut terjadi menjelang agenda audiensi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak yang sedianya membahas dugaan praktik pertambangan tanpa izin (PETI), serta transparansi dan solusi pengelolaan Alun-alun Malingping.

Advertisement

Peristiwa itu sontak menjadi sorotan, terutama dari Ketua Cabang PMII Lebak, Muhamad Nurajimanto, yang akrab disapa Aji. Menurutnya, kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai aksi premanisme biasa, melainkan telah mengarah pada ancaman serius terhadap gerakan mahasiswa di ruang demokrasi.

“Ini bukan lagi persoalan individu, tetapi sudah mengarah pada upaya pembungkaman gerakan Mahasiswa,” ucap Aji.

BACA JUGA:  Diduga Langgar Fungsi Trotoar, Pemilik Konter HP di Kota Serang Terlibat Adu Mulut dengan Satpol PP

Berdasarkan informasi yang diterima, korban sempat mengalami dugaan tindak penganiayaan dan tekanan dari pihak yang belum diketahui identitasnya. Situasi ini menjadi semakin sensitif lantaran terjadi di tengah upaya mahasiswa menyuarakan aspirasi terkait aktivitas tambang ilegal yang selama ini menjadi perhatian publik.

Muncul pula kecurigaan adanya pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan langkah kritis mahasiswa.

Pasalnya, audiensi dengan pemerintah daerah merupakan mekanisme resmi dan sah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Namun, ruang dialog tersebut justru dibayangi tindakan kekerasan.

PMII Lebak secara tegas mengecam insiden tersebut dan menduga adanya indikasi kuat kepentingan pihak tertentu yang berupaya melindungi praktik pertambangan ilegal.

Menurut organisasi tersebut, apabila dugaan itu benar, maka kasus ini harus dilihat sebagai persoalan serius yang melibatkan relasi kuasa dan kepentingan, bukan sekadar tindakan spontan di lapangan.

BACA JUGA:  Perangi Narkoba di Era Digital, IMC Cabang Rangkasbitung Edukasi Pelajar SMAN 1 Banjarsari

PMII juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Resor Lebak, agar tidak bersikap setengah hati dalam menangani perkara ini. Transparansi penyelidikan serta keberanian mengungkap pelaku lapangan hingga aktor intelektual di balik dugaan kekerasan menjadi tuntutan utama.

Di akhir pernyataannya, Aji menegaskan bahwa kegagalan aparat dalam mengusut tuntas kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi lokal di Kabupaten Lebak.

Aktivis yang seharusnya memperoleh perlindungan hukum, kata dia, justru berpotensi menjadi korban kekerasan, sementara persoalan dugaan tambang ilegal yang berdampak pada masyarakat tetap tidak terselesaikan.

Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum di Kabupaten Lebak. Publik menanti, apakah aparat mampu berdiri di atas prinsip keadilan dan perlindungan hak warga negara, atau justru kembali memperlihatkan lemahnya keberpihakan terhadap suara-suara kritis di ruang demokrasi.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version