GazanaPublika.com, Lebak — Upaya penataan Alun-alun Malingping mulai menemukan titik terang setelah digelarnya audiensi antara mahasiswa dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Malingping, sebagai tindak lanjut dari aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Senin (13/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi respons atas aspirasi mahasiswa terkait optimalisasi fungsi alun-alun sebagai ruang terbuka publik, sekaligus pembenahan tata taman kota agar lebih representatif bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan menghasilkan sejumlah kesepahaman antara pemerintah kecamatan dengan perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) bersama sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. Diantara mahasiswa IMC yang hadir, Rifa Zatnika.
Perwakilan pemuda, Pandu menyampaikan bahwa dialog tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik, khususnya yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, hasil pertemuan telah mengakomodasi berbagai aspirasi yang sebelumnya disuarakan dalam aksi demonstrasi, sehingga kemungkinan aksi lanjutan tidak akan dilakukan.
“Karena kita melakukan audiensi, hasilnya sesuai harapan,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Malingping, Iman Teguh Budiana, mengatakan bahwa penataan Alun-alun Malingping, baik dari sisi perawatan maupun pembenahan fasilitas, telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Lebak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kabupaten. Insya Allah penataan akan segera dilakukan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan alun-alun sebagai destinasi publik,” katanya.
Ia menambahkan, audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan mahasiswa dalam menciptakan kondisi wilayah yang kondusif dan progresif.
“Alhamdulillah, hasil audiensi dapat diterima kedua belah pihak. Ke depan, kami berharap Malingping semakin kondusif dan mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, seorang tokoh masyarakat Malingping yang enggan disebutkan namanya mengapresiasi langkah dialogis yang ditempuh mahasiswa dan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Ia menilai, penataan alun-alun yang optimal tidak hanya akan memperindah wajah kota, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata, khususnya bagi para pengunjung yang melintas menuju kawasan wisata pantai di wilayah selatan Kabupaten Lebak.
“Alun-alun ini milik bersama. Jika dirawat dengan baik, tentu akan menjadi kebanggaan sekaligus daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.(mans).
