Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Bawa Pulang Pengalaman dari Tiongkok, Kepala Desa Ranjeng Sapta Mulyana Siapkan Inovasi dan Transformasi Pembangunan Perdesaan

Bawa Pulang Pengalaman dari Tiongkok, Kepala Desa Ranjeng Sapta Mulyana Siapkan Inovasi dan Transformasi Pembangunan Perdesaan

Banten Jumat, 7 Agustus 2026 16:42 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang — Langkah besar dalam mempercepat kemajuan perdesaan kini tengah disiapkan oleh Pemerintah Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kepala Desa Ranjeng, Sapta Mulyana, berkomitmen penuh untuk mengadopsi dan mengaplikasikan berbagai inovasi, modernisasi sektor pertanian, serta pemanfaatan teknologi perdesaan di wilayahnya usai sukses menyelesaikan rangkaian Program Pelatihan Kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Sapta Mulyana menjadi bagian dari 25 kepala desa berprestasi yang terpilih dari seluruh penjuru Indonesia untuk mewakili daerah masing-masing dalam ajang penguatan kapasitas kepemimpinan tingkat internasional tersebut. Selama 21 hari penuh menjalani pelatihan intensif yang menggabungkan teori dan studi lapangan, Sapta menunjukkan performa luar biasa hingga berhasil mencatatkan namanya dalam jajaran lima besar peserta terbaik.

Advertisement

“Saya sangat bersyukur dan merasa luar biasa senang bisa mendapatkan kesempatan langka ini. Bisa melangkah sejauh ini, membawa nama Desa Ranjeng dan Kabupaten Serang ke kancah internasional, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Banyak sekali pengalaman baru dan wawasan berharga yang saya dapatkan selama 21 hari di Tiongkok, yang benar-benar membuka mata saya tentang bagaimana sebuah desa bisa maju pesat,” ungkap Sapta Mulyana saat membagikan kesan mendalam mengenai perjalanannya.

Program pelatihan bertaraf internasional ini merupakan wujud kerja sama strategis yang diinisiasi atas undangan resmi Kementerian Perdagangan RRT. Penyelenggaraannya ditangani secara profesional oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan RRT, serta dikoordinasikan secara ketat bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia serta Kedutaan Besar RRT di Jakarta. Seluruh pembiayaan dan fasilitas selama program berlangsung ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah RRT.

BACA JUGA:  Warga Protes Maraknya Kendaraan Berat dan Kurangnya PJU di Jalan Nasional Baksel

Selama berada di Tiongkok, para peserta ditempatkan di tiga wilayah strategis, yaitu Beijing, Provinsi Yunnan, dan Provinsi Hunan. Di ketiga kawasan tersebut, para kepala desa tidak hanya berdiskusi di dalam kelas, tetapi juga diajak menyaksikan langsung bagaimana desa-desa di Tiongkok bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang mandiri. Materi yang dipelajari meliputi skema modernisasi pertanian, integrasi teknologi dalam pelayanan desa, penguatan kelembagaan dan korporasi petani, hingga strategi pemberdayaan masyarakat guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sekembalinya ke tanah air, Sapta menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh dari negara tirai bambu tersebut akan menjadi pijakan penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan di Desa Ranjeng. Ia bertekad agar hasil pelatihan tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Ciruas.

“Oleh karena itu, ilmu dan strategi yang saya serap di sana tidak akan berhenti di atas kertas saja. Saya berkomitmen penuh untuk membawa pulang dan mengaplikasikan semua praktik baik ini di Desa Ranjeng, mulai dari modernisasi tata kelola pertanian hingga pemanfaatan teknologi perdesaan. Kita ingin membuktikan bahwa warga Desa Ranjeng juga siap berinovasi dan bisa sesejahtera desa-desa maju yang saya lihat di sana,” tegas Sapta penuh optimisme.

BACA JUGA:  Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

Menurut Sapta, pengalaman berharga ini juga mengubah cara pandangnya mengenai esensi dari sebuah pembangunan daerah. Keberhasilan Tiongkok dalam membangun kawasan perdesaan membuktikan bahwa kunci utama kemajuan tidak hanya terletak pada ketersediaan alokasi anggaran yang melimpah, melainkan pada kualitas kepemimpinan yang inovatif, keberanian mengeksekusi ide, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

Sebagai penutup, Sapta menyampaikan refleksi mendalam sekaligus harapan besarnya agar program-program peningkatan kapasitas pimpinan perdesaan berbasis praktik terbaik dunia ini dapat terus dipertahankan dan diperluas skalanya di masa mendatang.

“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kunci utama kemajuan desa bukan hanya seberapa besar anggaran yang kita miliki, tetapi sejauh mana keberanian pimpinannya dalam berinovasi dan merangkul masyarakat. Saya sangat berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan menyasar lebih banyak kepala desa maupun kepala daerah lainnya di Indonesia, agar kita semua punya pijakan yang sama dalam mempercepat pembangunan dari tingkat paling bawah,” pungkas Sapta. (red)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Banten

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

Banten

IMC Gandeng Polres Lebak Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar Malingping

Banten

Perkuat Pencegahan Narkoba, Polres Lebak Edukasi Pelajar SMAN 2 Malingping

BERITA TERBARU

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version