Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pemkot Tangerang Panen Cabai dan Bawang dari Program Urban Farming

Pemkot Tangerang Panen Cabai dan Bawang dari Program Urban Farming

Banten Selasa, 10 Desember 2024 21:32 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto Ilustrasi (ngawikab.go.id)

Advertisement

GazanaPublika.com, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang bersama Kelompok Tani Sukamandi Neglasari berhasil memanen 3 kilogram cabai dan 3,6 kilogram bawang merah hasil dari program urban farming. Panen tersebut dilakukan di lahan kosong seluas 5.500 meter persegi di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Selasa (10/12/2024).

Penjabat Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, menyatakan bahwa panen ini membuktikan potensi besar urban farming dalam mendukung ketahanan pangan, meski lahan pertanian di wilayah metropolitan sangat terbatas.

Advertisement

“Di tengah keterbatasan lahan yang ada, kita masih dapat memaksimalkan potensi yang tersedia untuk mendukung ketahanan pangan melalui urban farming,” ujar Dr. Nurdin usai kegiatan panen.

Urban Farming untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi

Pemkot Tangerang berkomitmen memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong untuk menanam komoditas penting seperti cabai dan bawang. Upaya ini juga merupakan strategi untuk mengendalikan inflasi daerah dengan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok yang sering memicu lonjakan harga.

BACA JUGA:  Komisi II DPRD Lebak Pertanyakan Bantuan Program PHC Rp 4,9 Miliar ke Distan Lebak

“Menanam sendiri tanaman kebutuhan sehari-hari, seperti cabai dan bawang, dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan pada pasar. Dengan begitu, lonjakan harga yang berpotensi memicu inflasi dapat diantisipasi,” jelasnya.

Dr. Nurdin berharap gerakan Tangerang Urban Farming dapat mendorong masyarakat menuju swasembada pangan. “Kota Tangerang sebagai kota metropolitan memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian pangan jika kita bisa berkolaborasi memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam,” tambahnya.

Produktivitas Pertanian Tetap Tinggi Meski Lahan Terbatas

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang melaporkan bahwa sepanjang semester pertama tahun 2024, para petani binaan berhasil menghasilkan 750 ton padi, meski hanya terdapat 104 hektare lahan pertanian di seluruh kota.

BACA JUGA:  Tindaklanjuti Persoalan Madrasah, IMC Cabang Rangkasbitung Ambil Langkah Audiensi dan Tandatangani Pakta Integritas

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengungkapkan bahwa stabilitas harga komoditas utama turut berkontribusi pada penurunan indeks inflasi kota. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka inflasi Kota Tangerang bulan November 2024 hanya 2,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,9.

“Penurunan inflasi yang konsisten ini menunjukkan keberhasilan langkah-langkah pengendalian harga di pasar. Stabilitas ini diharapkan terus terjaga menjelang musim Natal dan Tahun Baru,” ujar Ruta.

Program urban farming tidak hanya membantu pengendalian inflasi, tetapi juga menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dicapai melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal.

Sumber: antaranews.com

Advertisement

Pemkot
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.