Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Jakarta Dikepung Banjir: 109 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi

Jakarta Dikepung Banjir: 109 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi

Berita Utama Senin, 7 Juli 2025 12:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: Okezone.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak akhir pekan lalu kembali memicu banjir di berbagai titik di DKI Jakarta. Hingga Senin pagi (7/7/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sedikitnya 109 Rukun Tetangga (RT) dan 3 ruas jalan di lima wilayah kota administratif masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai lebih dari 2 meter di sejumlah lokasi.

Banjir ini merupakan lanjutan dari hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (6/7) pagi dan menyebabkan genangan di kawasan permukiman padat seperti Bidara Cina (Jakarta Timur), Kampung Melayu, hingga Karet Tengsin (Jakarta Pusat).

Advertisement

“Penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan yang tinggi disertai luapan beberapa sungai besar seperti Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Angke, yang tidak mampu menampung debit air,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dikutip dari CNN Indonesia.

Wilayah Terparah: Bidara Cina dan Kampung Melayu

Dari data BPBD, Jakarta Timur mencatat jumlah RT terendam terbanyak dengan 47 RT, disusul Jakarta Selatan (30 RT), Jakarta Pusat (17 RT), dan Jakarta Barat (15 RT). Beberapa titik tergenang cukup parah:

• Kelurahan Bidara Cina (Jakarta Timur): 14 RT tergenang dengan ketinggian air 180–210 cm, disebabkan luapan Kali Ciliwung.
• Kelurahan Kampung Melayu (Jakarta Timur): 4 RT tergenang, ketinggian mencapai 155 cm.
• Kelurahan Pela Mampang (Jakarta Selatan): 13 RT terendam, dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 150 cm.

Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk mengungsi ke tempat-tempat aman yang telah disiapkan pemerintah maupun tempat ibadah dan sekolah.

BACA JUGA:  Student Care Vocation Padukan Budaya Tradisional dan Literasi Digital untuk Generasi Muda

Ratusan Jiwa Mengungsi di Masjid, Sekolah, dan Kantor Kelurahan

BPBD DKI mencatat setidaknya 13 titik pengungsian resmi telah dibuka. Salah satunya berada di Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina yang menampung 137 jiwa dari 33 KK. Sementara itu, di wilayah Kampung Melayu, ratusan warga mengungsi di Masjid Jami Ittihadul Ikhwan dan SDN 01/02 Kampung Melayu. Bahkan di Universitas Borobudur, tercatat sebanyak 59 KK (197 jiwa) mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman sekitar.

“Kami berupaya memastikan logistik, dapur umum, dan pelayanan kesehatan tersedia di setiap titik pengungsian,” kata Isnawa.

Selain itu, sejumlah tempat ibadah lain seperti Masjid Al-Hawi (Cililitan), Masjid Al Ridwan (Jatipadang), dan Mushola Sibili turut dijadikan pos sementara bagi warga terdampak. BPBD juga telah menyiagakan perahu karet dan petugas evakuasi untuk menjangkau warga yang masih terjebak di rumah-rumah mereka.

3 Ruas Jalan Ikut Terendam, Aktivitas Lalu Lintas Terganggu

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi tiga ruas jalan utama, yaitu:

• Jl. Adi Karya, Kedoya Selatan, Jakarta Barat – genangan setinggi 15 cm.
• Gang H. Musanif, Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat – 45 cm.
• Jl. Cipinang Indah (dekat SMK Penabur), Pondok Bambu, Jakarta Timur – 15 cm.

Kendaraan kecil kesulitan melintas, dan lalu lintas di beberapa titik terpantau tersendat. Petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan dan membantu warga.

BMKG: Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi

BACA JUGA:  BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta gangguan atmosfer lainnya yang meningkatkan potensi curah hujan.
“Kondisi atmosfer saat ini cukup labil dan mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah Diminta Evaluasi Tata Kelola Sungai dan Drainase

Banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun menimbulkan desakan dari berbagai pihak agar Pemprov DKI Jakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan pengelolaan sungai. Termasuk perlunya mempercepat proyek normalisasi sungai dan perbaikan saluran air di kawasan permukiman padat.

“Kalau hanya bergantung pada penanganan saat banjir, ini tidak akan selesai. Harus ada perencanaan jangka panjang yang tegas dan menyentuh akar masalah,” ujar Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna.

Imbauan

BPBD dan instansi terkait terus memantau perkembangan banjir dan mengimbau warga untuk:

• Tetap waspada terhadap potensi hujan susulan,
• Menghindari aktivitas di sekitar sungai yang meluap,
• Dan segera mengungsi apabila debit air meningkat.

Pemprov DKI Jakarta melalui dinas terkait juga mengaktifkan Call Center 112 untuk aduan dan informasi darurat bencana.

Dengan ratusan warga masih berada di pengungsian dan curah hujan yang belum mereda, Jakarta kini kembali dihadapkan pada pengingat keras akan pentingnya penataan kota yang tangguh terhadap bencana.

Advertisement

Banjir Bencana Alam
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Berita Utama

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

Berita Utama

Ojol Akhirnya Menang, Bebas dari Eksploitasi

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version