Advertisement
GAZA, GAZANAPUBLIKA – Pada Jumat, 8 Desember 2023, beredar sejumlah foto pria Palestina yang ditahan dan didesak di Gaza di media sosial. Para pejabat Palestina, Arab, dan Muslim mengecam Israel sebagai respons terhadap kejadian tersebut.
Menurut laporan VOA Indonesia, Minggu (10/12/2023), Izzat El Rashiq, pejabat senior kelompok Hamas, menuduh Israel melakukan kejahatan yang sadis terhadap warga sipil yang tidak bersalah.
Advertisement
Reshiq, yang tinggal di luar negeri karena pengasingan, mendesak organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional untuk campur tangan dalam situasi orang-orang tersebut. Dia juga memohon agar HAM membantu memastikan pembebasan mereka.
Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan kekhawatiran atas gambar-gambar tersebut. Mereka menegaskan perlunya perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap semua tahanan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.
Hossein Amirabdollahian, Menteri Luar Negeri Iran, juga mengkritik Israel dan menuding Israel tidak berprikemanusiaan dalam memperlakukan tawanan dan warga negara yang tidak bersalah.
Ada Jurnalis di Foto tersebut
Beberapa warga Palestina mengklaim mengenali kerabat mereka dalam foto tersebut, menyangkal adanya keterlibatan mereka dengan kelompok Hamas atau kelompok lainnya.
Beberapa di antaranya disebut sebagai anak laki-laki atau remaja.
Reshiq menyatakan bahwa para tahanan ditangkap di sebuah sekolah di Gaza yang sebelumnya digunakan sebagai tempat perlindungan, setelah serangkaian pengeboman Israel selama berminggu-minggu yang menyebabkan banyak warga Gaza mengungsi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Al Safadi, dalam konferensi pers menjelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengungkapkan bahwa dokter dan jurnalis termasuk di antara orang-orang yang ditangkap dan “dipermalukan.”
Informasi Yang Beredar di Media Israel
Sementara TV Israel pada Kamis (7/12/2023) menayangkan rekaman, yang telah diediting oleh Reuters, yang di identifikasi sebagai pasukan Hamas yang ditangkap Israel. Tampak mereka ditelanjangi hingga hanya mengenakan pakaian dalam saja sedangkan posisi kepala tertunduk, duduk di jalan Kota Gaza.
“Kita berbicara tentang orang-orang yang ditangkap di Jabalia dan Shejaia (di Kota Gaza), markas Hamas dan pusat gravitasinya,” kata juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, dalam sebuah pengarahan ketika ditanya tentang foto-foto tersebut.
“Kita berbicara tentang pria-pria usia militer yang ditemukan di daerah-daerah yang seharusnya dievakuasi oleh warga sipil beberapa minggu lalu.”
Sementara itu Militer Israel memerintahkan warga sipil untuk meninggalkan daerah-daerah tersebut. Imstruksi itu terkait dengan rencana Israel untuk melenyapkan Hamas di Gaza. Hal itu sebagai balasan atas serangan Hamas 7 Oktober lalu.
Lalu beredar juga foto yang menunjukkan tahanan 20 lebih laki-laki berlutut di jalan dalam pengawasan tentara Israel. Foto tersebut juga menjelaskan terdapat puluhan sepatu dan sandal yang tercecer di jalan. Sejumlah tahanan juga dalam keadaan setengah telanjang. Mereka tampak dipaksa berjejal di bagian belakang truk di dekatnya.
Hamas Desak Komite Internasional
Sementara Hamas menyatakan pasukan Israel harus bertanggung jawab atas nyawa dan keselamatan semua yang ditahan tersebut, Reshiq.
“Dan kami mendesak organisasi hak asasi manusia untuk segera turun tangan mengungkap kejahatan keji terhadap warga sipil tak berdosa yang berlindung di sebuah sekolah, yang telah berubah menjadi tempat perlindungan karena agresi dan pembantaian Zionis, dan memberikan tekanan dengan segala cara untuk menjamin pembebasan mereka,” katanya.
Media berbahasa Arab yang berbasis di London, Al-Araby Al-Jadeed, menyebutkan bahwa salah satu pria yang ditahan adalah korespondennya, Diaa Kahlout. Mereka mendesak komunitas internasional dan kelompok HAM untuk mengutuk penangkapan jurnalis tersebut. Komite Perlindungan Jurnalis juga telah menyerukan pembebasannya.
Beberapa warga Palestina mengklaim tempat penangkapan terjadi di Kota Beit Lahia di timur laut. Israel sebelumnya telah memberikan peringatan kepada warga sipil di wilayah tersebut untuk segera mengungsi. Kota Beit Lahia kini dikelilingi oleh tank-tank Israel selama berpekan-pekan. Reuters telah memastikan bahwa lokasi tersebut memang Beit Lahia.
Hani Almadhoun, seorang warga AS keturunan Palestina yang tinggal di Virginia, AS, mengatakan dia melihat kerabatnya, termasuk keponakannya yang berusia 12 tahun, dalam sebuah foto. Ia memastikan kerabatnya tidak memiliki hubungan dengan faksi apa pun.
Pada Jumat (7/12), Almadhoun mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan Israel membebaskan 12 kerabat dan mertuanya, setelah menahan dan menginterogasi mereka selama 12 jam di sebuah lokasi di Kota Beit Lahiya. Kantor media pemerintah yang dikelola Hamas juga mengonfirmasi bahwa Israel membebaskan beberapa orang yang ditahan, tetapi tidak dijelaskan berapa banyak yang masih ditahan.
“Kami sangat menekankan pentingnya memperlakukan semua orang yang ditahan secara manusiawi dan bermartabat, sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional,” kata Jessica Moussan, Penasihat Hubungan Media ICRC untuk Timur Tengah, dalam sebuah pernyataan.
Husam Zomlot, kepala Misi Palestina di London, mengatakan pada X bahwa gambar-gambar tersebut mengingatkan kita pada “beberapa bagian paling gelap dalam sejarah umat manusia.
Politisi Palestina Hanan Ashrawi mengatakan pada platform X bahwa insiden tersebut adalah “upaya terang-terangan untuk mempermalukan dan merendahkan laki-laki Palestina…ditelanjangi dan dipajang seperti piala perang.” (Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
