Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Suasana Laut Merah Mencekam, Kapal Asing Ketakutan

Suasana Laut Merah Mencekam, Kapal Asing Ketakutan

Berita Utama Selasa, 19 Desember 2023 12:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Yaman, GazanaPublika – Beberapa kapal yang melintas di Laut Merah telah menghindari dan mematikan sistem pelacakan. Langkah ini diambil setelah serangan laut oleh kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran di jalur perdagangan utama Timur-Barat dunia.

Serangkaian serangan Houthi baru-baru ini terhadap kapal-kapal di jalur pelayaran utama Laut Merah telah meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan perdagangan internasional.

Advertisement

Dilansir oleh Reuters pada Selasa (19/12/2023), kapal-kapal pengiriman besar seperti Hapag Lloyd, MSC, Maersk, perusahaan minyak BP, dan kelompok kapal tanker minyak Frontline telah menyatakan bahwa mereka akan menghindari rute Laut Merah dan beralih melalui Tanjung Harapan di bagian selatan Afrika.

Namun, masih ada banyak kapal yang melewati jalur air tersebut. Data dari LSEG bahkan menunjukkan bahwa beberapa kapal yang sedang berlayar memiliki penjaga bersenjata di dalamnya.

Data tersebut mencatat bahwa setidaknya 11 kapal kontainer yang telah melewati Suez dan mendekati Yaman, membawa barang konsumsi dan biji-bijian menuju negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Uni Emirat Arab (UEA), kini tengah berlabuh di Laut Merah antara Sudan dan Arab Saudi.

BACA JUGA:  Anak Krakatau Masih Siaga, Erupsi Menerus Reda tetapi Ancaman Letusan Belum Usai

Empat kapal kontainer milik MSC di Laut Merah telah mematikan transpondernya sejak 17 Desember, kemungkinan besar untuk menghindari terdeteksinya posisi mereka. Ioannis Papadimitriou, seorang analis senior di Vortexa, menyebutkan bahwa beberapa kapal juga berupaya menutupi posisi mereka dengan melakukan ping ke lokasi lain sebagai langkah keamanan saat mendekati garis pantai Yaman.

Sementara itu, Maersk Denmark telah menghentikan semua pengiriman kontainer melalui Laut Merah pada Jumat setelah mengalami “insiden nyaris celaka” dengan kapalnya, Maersk Gibraltar, sehari sebelumnya. Beberapa kapal yang saat ini berlabuh di Laut Merah adalah kapal dari Maersk.

Pada hari Selasa, diumumkan bahwa kapal-kapal yang sebelumnya berhenti dan berlayar melalui Laut Merah bagian selatan dan Teluk Aden akan dialihkan untuk melintasi sekitar benua Afrika.

BACA JUGA:  Shin Tae Yong Ungkap Kunci Persija Taklukkan Persib di SUGBK

Kelompok Houthi yang didukung Iran, yang mengatakan bahwa mereka mendukung warga Palestina yang dikepung oleh Israel di Jalur Gaza, telah memasuki konflik Israel-Hamas dengan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran penting dan bahkan menembakkan drone dan rudal ke Israel, yang berjarak lebih dari 1.000 mil dari ibu kota Yaman, Sanaa.

Houthi menyerang dua kapal pelayaran komersial di Laut Merah selatan pada Senin. Sumber-sumber industri mengatakan dampaknya terhadap perdagangan global akan bergantung pada berapa lama krisis ini berlangsung, namun premi asuransi dan rute yang lebih panjang akan menjadi beban langsung.

Laut Merah sendiri terhubung ke Mediterania melalui Terusan Suez, yang menciptakan rute pelayaran terpendek antara Eropa dan Asia. Sekitar 12% lalu lintas pelayaran dunia transit di kanal tersebut. (Sumber: CMBCIndonesia.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Berita Utama

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

Berita Utama

Ojol Akhirnya Menang, Bebas dari Eksploitasi

Berita Utama

Bukan Soal Ijazah Semata: Ketika MK Tak Menemukan Bukti, tetapi Gugatan Gibran Tetap Kandas

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version