Madura, GazanaPublika.com – Relawan Prabowo-Gibran yang ditembak di Madura, Muara (50), sedang dalam kondisi tak bisa bergerak setelah menjalani operasi pengangkatan peluru di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Muara mengalami dua tembakan di bagian punggung belakang dan samping, mengakibatkan kelumpuhan pada kedua kakinya karena tembakan tersebut merusak sarafnya. Dokter di IGD RSU dr. Soetomo, dr. M Hardian Basuki SpOT(K), menyatakan bahwa korban telah dirawat intensif sejak Jumat malam.
“Jadi, kemungkinan besar saraf tulang belakang yang berfungsi untuk memberikan perintah menggerakkan kedua kaki terkena tembakan,” bebernya, Selasa (26/12/2023), dikutip dari TribunJatim.com.
Tambahannya, pihak rumah sakit akan mengevaluasi hasil operasi serta berusaha untuk memulihkan kemampuan gerak pada kedua kaki korban.
“Kami lakukan evaluasi bertahap, biasanya pasca operasi tulang belakang ada proses latihan duduk, mungkin butuh korset atau latihan duduk,” tuturnya.
Setelah operasi pengangkatan peluru, korban juga telah menjalani pemasangan pen di tulang belakangnya.
Meskipun kondisi Muara sudah memperlihatkan tanda-tanda pemulihan, dia tetap dalam perawatan intensif.
“Tim dokter RSUD Dr Soetomo terus berupaya yang terbaik untuk keselamatan dan kesembuhan pasien,” tandasnya.
Bukan dari Motif Politik
Kombes Pol Dirmanto, Kabid Humas Polda Jatim, mengonfirmasi bahwa sebanyak 11 saksi telah diperiksa dalam upaya mengungkap kasus penembakan yang menimpa relawan dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Tim Bidang Laboratorium Forensik Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan terhadap proyektil peluru yang telah diangkat dari tubuh korban.
“Ada 11 orang yang diperiksa sebagai saksi. (soal CCTV dan alat bukti lain) Ya ditunggu ya, kalau ada update perkembangan kasus ini, akan kami sampaikan.”
“Proyektil diteliti labfor. (Jumlahnya) petugas masih bekerja,” paparnya, Selasa (26/12/2023), dikutip dari TribunJatim.com.
Sampai saat ini, Ia belum dapat mengungkap identitas pelaku lantaran masih dalam proses penyelidikan.
“Ya ditunggu aja, kami tidak boleh menduga-duga karena ini proses penyelidikan ditunggu aja,” lanjutnya.
Menurut hasil pemeriksaan awal, tampaknya motif penembakan bukan berasal dari alasan politik.
Hingga saat ini, petugas kepolisian belum menemukan bukti yang menghubungkan penembakan dengan perbedaan pilihan calon presiden.
“Dan catatan yang harus kami sampaikan sampai saat ini informasi yang kami terima dari penyidik bawah tidak ada muatan politik. Jadi belum ditemukan adanya muatan politik terkait kasus ini,” tegasnya.
Muhlis, adik korban, mengungkapkan bahwa dia tidak mengetahui tentang masalah apa pun yang dialami oleh kakaknya sehingga mengakibatkan kakaknya menjadi korban penembakan.
Dia juga menyatakan bahwa hubungan antara Muara dengan warga sekitar berjalan baik dan tidak pernah ada konflik yang terjadi.
“Jadi saat ini kami masih kebingungan dan kami sebagai keluarga memetak-metakkan sumber permasalahan tersebut,” tuturnya.
Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, kondisi korban mulai menunjukkan perbaikan.
Muhlis menambahkan bahwa korban telah menjalani operasi dan ditemukan dua luka tembak yang menembus kulit di bagian pinggang.
“Jalannya operasi berhasil dilaksanakan mulai (23/12/2023) pukul 03.30 WIB, terdapat dua luka tembakan dan proyektil peluru di tubuh kakak saya (korban),” bebernya.
Walaupun kondisinya telah membaik, korban masih belum dapat berkomunikasi dan tetap perlu dirawat di ruang ICU.
“Alhamdulillah kondisinya terus stabil, sekarang masih dalam tahap pemulihan pasca operasi,” tandasnya.
Beberapa tokoh masyarakat dan relawan dari kubu Prabowo-Gibran sempat menjenguk korban.
Tetapi, pihak keluarga memohon agar mereka tidak masuk ke ruang ICU.
“Jadi para tamu bertemu dengan keluarga di parkiran,” jelasnya
Dia berharap agar kepolisian segera mengungkap pelaku penembakan tersebut.
“Kami sangat berharap pelaku diamankan dan dihukum sesuai perbuatannya, agar pelaku mendapatkan efek jera,” ucapnya. (Sumber: TribunNews.com)
