Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Israel Gempur Lebanon Sementara AS – Iran Gencatan Senjata

Israel Gempur Lebanon Sementara AS – Iran Gencatan Senjata

Berita Utama Rabu, 8 April 2026 21:45 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Lebanon selatan pada Rabu pagi (08/04) waktu setempat, meskipun Amerika Serikat dan Iran baru saja menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Serangan tersebut memunculkan sinyal kuat bahwa, bagi Israel, kesepakatan penghentian sementara konflik dengan Iran tidak otomatis berlaku terhadap front Lebanon, khususnya terhadap kelompok Hizbullah yang selama ini didukung Teheran.

Advertisement

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan penghentian operasi hanya berlaku terhadap Iran. Sementara itu, operasi militer di Lebanon disebut akan tetap berlanjut dengan sasaran yang diklaim berkaitan dengan infrastruktur dan posisi Hizbullah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Amerika Serikat tidak mencakup konflik dengan Hizbullah di Lebanon.

BACA JUGA:  Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Pernyataan tersebut memperjelas posisi Tel Aviv di tengah berkembangnya interpretasi berbeda mengenai cakupan kesepakatan yang diumumkan Washington dan Teheran.

Di sisi lain, sejumlah negara Teluk melaporkan situasi yang masih belum sepenuhnya stabil. Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mengklaim adanya serangan drone serta rudal yang melintas atau mengarah ke wilayah mereka, meski proses gencatan senjata telah diumumkan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran bersedia menyetujui gencatan senjata dengan syarat serangan terhadap Iran dihentikan.

Ia juga menyampaikan bahwa selama masa dua minggu tersebut, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan dibuka untuk lintasan aman kapal-kapal komersial.

Menurutnya, pembukaan jalur strategis tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran serta mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada.

BACA JUGA:  Penista Agama dengan Tantangan Hadiah Miras Bagi Penghapal Al Quran: Kasus Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Pernyataan Araghchi muncul tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyepakati penghentian serangan selama dua minggu.

Trump menyebut keputusan itu diambil setelah seluruh tujuan militer dianggap telah tercapai, sembari menekankan bahwa Iran harus membuka Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman.

Ia bahkan menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

Namun, serangan Israel ke Lebanon pada hari yang sama menunjukkan bahwa situasi kawasan masih jauh dari benar-benar reda.

Alih-alih menjadi awal deeskalasi menyeluruh, gencatan senjata sementara ini justru memperlihatkan kompleksitas konflik yang melibatkan banyak aktor dan front pertempuran berbeda di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Berita Utama

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Banten

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

BERITA TERBARU

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version