GazanaPublika.com, Jakarta — Ketegangan di kawasan Teluk kembali menegang, seperti udara yang semakin berat setiap kali kata ‘serangan’ diucapkan dari dua ibu kota yang saling berhadapan. Dari Teheran, sebuah peringatan keras meluncur, menandai bab terbaru dalam perang retorika antara Iran dan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda mereda.
Seorang pejabat senior Iran, dalam pernyataan kepada kantor berita Reuters pada Jumat, menegaskan bahwa negaranya akan memperlakukan setiap bentuk serangan—sekecil apa pun—sebagai tindakan perang terbuka. Pernyataan itu muncul di tengah langkah Washington yang kembali mengerahkan kekuatan militernya ke wilayah Teluk.
Pada Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah mengirimkan “armada” kapal angkatan laut AS ke kawasan tersebut, dengan Iran sebagai fokus utama. Langkah itu disebut sebagai eskalasi terbaru, setelah pekan lalu Trump sempat menurunkan nada ancamannya di tengah gelombang protes anti-pemerintah di Iran.
“Jika Amerika melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan membalas,” kata pejabat senior Iran itu kepada Reuters dikutip Sabtu (24/1/2026).
Nada kewaspadaan semakin menguat ketika Teheran menyebut pergerakan militer Amerika Serikat sebagai sinyal yang mengkhawatirkan. Meski berharap pengerahan itu tidak berujung pada konfrontasi langsung, Iran menegaskan militernya telah bersiaga penuh menghadapi kemungkinan terburuk.
“Pengerahan militer ini, kami harap ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata, tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran,” ujar pejabat tersebut.
Iran juga menegaskan tidak akan membedakan skala serangan. Setiap tindakan militer, baik terbatas maupun besar, akan diperlakukan sebagai perang terbuka.
“Kali ini kami akan menganggap setiap serangan, terbatas, tak terbatas, terarah, kinetik, apa pun sebutannya, sebagai perang habis-habisan melawan kami, dan kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini,” tambahnya.
Di balik pernyataan itu, tersirat keyakinan bahwa tekanan militer yang terus-menerus memaksa Iran menyiapkan seluruh kemampuan pertahanannya.
“Sebuah negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari Amerika Serikat tidak punya pilihan lain selain memastikan bahwa semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan dan, jika memungkinkan, memulihkan keseimbangan terhadap siapa pun yang berani menyerang Iran,” tegasnya.
Sejauh ini, Washington belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Namun, dinamika di kawasan Teluk kembali menjadi sorotan dunia, dengan setiap pergerakan kapal dan setiap kalimat dari kedua pihak berpotensi mengubah arah situasi yang sudah lama rapuh.
