Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Berita Utama Selasa, 1 September 2026 21:18 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta — Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) mengungkapkan adanya dugaan perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung sebagai tentara bayaran Rusia dalam perang.

Menurut FISU, kedelapan WNI tersebut direkrut dengan iming-iming memperoleh penghasilan tinggi, pekerjaan non-tempur, percepatan proses kewarganegaraan Rusia, serta berbagai tunjangan sosial. Namun, mereka disebut pada akhirnya ditempatkan di wilayah garis depan peperangan.

Advertisement

Klaim tersebut disampaikan FISU melalui pernyataan yang dipublikasikan di situs resminya dan dikutip pada Selasa (1/9/2026), dikutip dari Detik.com.

FISU menyebut kedelapan WNI yang diduga direkrut itu berusia antara 29 hingga 47 tahun. Mereka disebut direkrut sebagai tenaga kerja dengan tawaran pekerjaan yang pada awalnya tidak disebut berkaitan langsung dengan aktivitas tempur.

“Janji berupa bayaran tinggi, tugas non-tempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik minat orang-orang yang — sering kali — tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka akan dikirim,” demikian pernyataan FISU.

BACA JUGA:  Praperadilan: Kata Febrie, Polri Santai Saja

Intelijen Ukraina mengeklaim pola perekrutan serupa sebelumnya telah menyasar warga negara dari sejumlah negara lain, antara lain Nepal, Kuba, Kenya, dan India.

Menurut FISU, sebagian orang yang direkrut dengan tawaran pekerjaan non-tempur justru kemudian dikirim ke medan perang. Mereka bahkan disebut tidak mendapatkan pelatihan militer yang memadai sebelum ditempatkan di garis depan.

“Sebagian besar dari mereka akhirnya ditempatkan di garis depan tanpa pelatihan apa pun,” tulis FISU.

FISU juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang disebut menjadi sasaran operasi perekrutan Rusia. Lembaga intelijen Ukraina itu menyoroti jumlah penduduk Indonesia yang besar serta posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

“Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, telah bergabung dalam daftar negara yang telah dijadikan sasaran operasi perekrutan sistematis Rusia,” demikian klaim FISU.

BACA JUGA:  Iran Bantah Adanya Dialog Teknis di Doha, Tuntut Pelaksanaan MoU Selat Hormuz

FISU menyatakan informasi tersebut diperoleh setelah pihaknya mendapatkan salinan dokumen komunikasi Kementerian Luar Negeri Rusia yang berkaitan dengan pemrosesan visa bagi delapan WNI tersebut.

Meski demikian, informasi mengenai keterlibatan delapan WNI tersebut merupakan klaim dari intelijen Ukraina dan masih memerlukan verifikasi serta konfirmasi dari pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah Indonesia dan Rusia.

Jika benar, dugaan perekrutan tersebut menunjukkan adanya pola perekrutan warga negara asing untuk kepentingan perang Rusia-Ukraina yang menurut FISU telah berlangsung dengan menyasar sejumlah negara.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai identitas kedelapan WNI, proses perekrutan, lokasi mereka saat ini, maupun kondisi masing-masing setelah diduga dikirim ke wilayah konflik.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Berita Utama

Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

BERITA TERBARU

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Workshop Jurnalistik Kontemporer di SMAN 1 Cibeber, Bina Jurnalis Muda Kreatif

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.