Advertisement
GazanaPublika.com – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengklarifikasi bahwa penentuan susunan kabinet pemerintahan Republik Indonesia periode 2024-2029 akan menjadi wewenang calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo yang akan menentukan ya,” ungkap Gibran saat diwawancarai dalam acara buka puasa bersama TKN Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan, Senin (25/3/2024) petang.
Advertisement
Gibran menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mungkin akan memberikan masukan terkait susunan kabinet Prabowo-Gibran, namun keputusan akhir tetap ada di tangan Prabowo sebagai presiden terpilih RI periode 2024-2029.
“Ya mungkin masukan, tapi penentuannya di Pak Prabowo ya,” tegasnya.
Terhadap pertanyaan apakah dia akan diajak berdiskusi mengenai kabinet, Gibran memastikan bahwa Prabowo Subianto akan meminta masukannya.
“Pasti,” jawab Gibran singkat.
Gibran juga membantah kabar yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi menitipkan nama-nama menteri untuk kabinet pemerintahan berikutnya.
“Enggak,” tegas Gibran.
Wali Kota Solo ini kembali menegaskan bahwa sosok menteri dalam kabinet yang akan membantu pemerintahan selanjutnya akan ditentukan oleh Prabowo.
“Enggak. Keputusannya di Pak Prabowo,” tandas Gibran.
Sebelumnya, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menanggapi isu yang menyebutkan keterlibatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam penyusunan kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Ari menegaskan bahwa pengangkatan menteri kabinet sepenuhnya menjadi kewenangan Prabowo setelah dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.
“Pengangkatan menteri dalam kabinet mendatang sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden terpilih setelah dilantik pada 20 Oktober 2024,” ujar Ari kepada wartawan, pada Senin (25/3/2024).
Menurutnya, Jokowi saat ini fokus pada penyelesaian agenda pemerintahan dan pembangunan, mengingat sisa masa jabatan Jokowi sebagai presiden akan berakhir pada 20 Oktober mendatang.
“Presiden Jokowi fokus bekerja untuk menuntaskan agenda pemerintahan dan pembangunan sampai akhir masa jabatan pada 20 Oktober 2024,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Jokowi menolak memberikan saran untuk pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan. Jokowi juga menolak berkomentar mengenai keterlibatannya dalam penyusunan kabinet Prabowo-Gibran.
“Ditanyakan ke Pak Prabowo. Jangan tanyakan ke saya,” ujar Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (28/2/2024).(sumber: liputan6.com)
Advertisement
