GazanaPublika.com, Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, secara resmi meminta maaf kepada publik terkait kasus korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina. Permintaan maaf ini disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025).
Simon Aloysius menyatakan, “Saya atas nama Pertamina menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama.” Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas kasus ini.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, Simon telah memiliki pengalaman panjang di dunia bisnis dan energi. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris Utama dan Independen Pertamina sejak 10 Juni 2024. Sebelumnya, Simon juga pernah berkecimpung di sejumlah bisnis tambang, termasuk sebagai Personal Assistant CEO hingga Direktur di PT Nusantara Energi. Selain itu, ia pernah menduduki posisi Direktur Keuangan PT Agro Industri Nasional (Agrinas), perusahaan yang mengelola proyek Food Estate di Kalimantan Tengah.
Simon Aloysius Mantiri, yang lahir di Kamasi, Tomohon, Sulawesi Utara, merupakan lulusan Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2003. Setelah lulus, ia memulai karier sebagai engineer di bidang upstream oil and gas di blok South East Sumatera milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC). Simon juga menyelesaikan pendidikan profesi keinsinyuran dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA). Ia pernah mengikuti berbagai program pendidikan eksekutif, termasuk di Tsinghua University, China.
Simon ditunjuk sebagai Direktur Utama Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero) SK-259/MBU/11/2024 tanggal 4 November 2024. Pengangkatannya ini menandai babak baru dalam kepemimpinan Pertamina, di tengah tantangan kasus korupsi yang sedang dihadapi perusahaan.
Dengan latar belakangnya yang kuat di sektor energi dan bisnis, Simon diharapkan mampu membawa Pertamina melalui masa-masa sulit ini dan memulihkan kepercayaan publik terhadap perusahaan milik negara tersebut.
