Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Duka di Padang: Rumah Doa Dirusak, Dua Anak Jadi Korban Kekerasan

Duka di Padang: Rumah Doa Dirusak, Dua Anak Jadi Korban Kekerasan

Daerah Senin, 28 Juli 2025 21:24 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

GazanaPublika.com, Padang – Suasana belajar yang penuh ketenangan di sebuah rumah doa milik umat Kristen di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, mendadak berubah menjadi kepanikan dan ketakutan. Minggu sore yang seharusnya damai itu malah diwarnai kekerasan saat sekelompok massa menyerbu rumah doa, merusak fasilitas, dan bahkan melukai dua anak-anak yang sedang mengikuti pelajaran agama.

Rumah doa tersebut dibangun oleh jemaat GKSI Anugerah Padang sebagai tempat anak-anak Kristen mendapatkan pendidikan agama yang tidak mereka peroleh di sekolah negeri. Namun, tempat suci itu justru menjadi sasaran amarah sekelompok orang.

Advertisement

“Mereka datang membawa kayu, batu, pisau… lalu meneriakkan ‘bubarkan!’” kata Pendeta F. Dachi dengan nada masih terkejut, dikutip dari antaranews.com.

Menurut kesaksian Dachi, massa merusak jendela, melempar kursi, dan memporak-porandakan isi rumah doa. Puluhan anak-anak yang berada di dalam bangunan itu lari menyelamatkan diri dalam kondisi panik. Dua di antaranya, berusia 9 dan 11 tahun, tidak sempat melarikan diri dan menjadi korban pemukulan.

BACA JUGA:  Gubernur Papua Barat Daya: 'Orang Papua Seperti Ngontrak di Tanah Sendiri'

“Satu anak mengalami cedera kaki, yang satu lagi bahunya dipukul dengan kayu,” ujar Dachi. Keduanya telah dibawa ke rumah sakit.

Insiden bermula sekitar pukul 16.00 WIB, saat Pendeta Dachi tengah duduk di teras bersama beberapa jemaat. Ketika RT dan Lurah setempat datang dan mengajaknya berbicara, ia tak menduga bahwa sesaat kemudian kerumunan massa akan menyerang.

Seorang jemaat lainnya, Baja Baruhu (57), mengatakan baru saja duduk ketika beberapa pria mulai melempari rumah doa. “Saya hanya bisa lari. Mereka menghancurkan semuanya,” ujarnya lirih.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menyatakan bahwa sembilan orang telah diamankan berdasarkan video yang beredar di media sosial. Namun, pihak kepolisian belum mengakui adanya laporan resmi terkait anak-anak yang menjadi korban kekerasan.

BACA JUGA:  Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

“Kami baru menerima laporan soal kerusakan fisik bangunan. Soal korban anak-anak, kami belum dapat laporan resmi,” katanya.

Meski demikian, polisi berjanji akan menyelidiki lebih lanjut dan membuka kemungkinan adanya penambahan tersangka.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan permintaan maaf kepada umat Kristen atas insiden ini. Ia menyebut insiden ini sebagai bentuk miskomunikasi antara warga dan pengurus lingkungan.

“Ini kejadian yang sangat kami sesalkan. Kita hidup dalam keragaman dan damai. Pemerintah akan mencatat kejadian ini sebagai pelajaran penting ke depannya,” ujarnya.

Namun, tanggapan Wali Kota menuai sorotan karena dianggap meremehkan insiden kekerasan tersebut dengan menyebutnya sekadar miskomunikasi.

Advertisement

Kekerasan
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

Daerah

Sherly Tjoanda Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Tak Kunjung Dibagikan ke Petani

Daerah

Massa Geruduk Kantor Bupati Pekalongan, Tuntut Kepsek dan Guru yang Terekam CCTV Dipecat

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version