Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hoaks di Sosmed, Bupati Pati Mundur, Ternyata Begini Ceritanya

Hoaks di Sosmed, Bupati Pati Mundur, Ternyata Begini Ceritanya

Daerah Kamis, 14 Agustus 2025 4:44 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com,   Pati – Suasana Kabupaten Pati memanas pada Rabu (13/8/2025) setelah aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati. Di tengah gelombang protes, sebuah video yang menampilkan pembacaan “surat pengunduran diri” Bupati Pati, Haryanto Sudewo, mendadak viral di media sosial, termasuk reel Facebook.

Dalam tayangan tersebut, seorang pria berpeci hitam, berkemeja putih lengan panjang, dan bersarung ungu, membacakan pernyataan yang mengatasnamakan Sudewo. Isinya menyebut bahwa ia mengundurkan diri sejak 13 Agustus 2025 karena dianggap gagal memimpin dan tidak menjunjung tinggi supremasi hukum.

“Saya yang bertanda tangan di bawah ini, terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2025, mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Bupati Pati,” ujar pria itu lantang di hadapan ribuan massa.

Namun hasil penelusuran wartawan memastikan dokumen tersebut bukan surat resmi. Surat itu disusun oleh kelompok pendemo sebagai bagian dari aksi simbolis dan tekanan politik agar Sudewo benar-benar melepaskan jabatannya sebagaimana dikutip media lainnya seperti MuriaNews, Mistar.id, dan Suara.com menyebut video itu bersifat satire dan tidak berasal dari pernyataan resmi Bupati.

BACA JUGA:  Proses Hukum Kasus Dugaan TPKS Pelapor NL Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

Faktanya, Sudewo justru menegaskan kepada awak media bahwa ia tidak akan mundur. Ia menyebut jabatan yang diembannya diperoleh melalui proses konstitusional dan demokratis, sehingga tidak dapat dilepaskan hanya karena desakan massa. Saat ini, DPRD Kabupaten Pati masih menggelar rapat paripurna untuk membahas situasi politik yang kian memanas, termasuk penggunaan hak angket.

Kronologi Krisis Politik

Ketegangan ini bermula dari kebijakan Bupati pada 18 Mei 2025 yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250%. Langkah tersebut, yang dikoordinasikan bersama Paguyuban Solidaritas Kepala Desa (Pasopati), dinilai memberatkan masyarakat karena selama 14 tahun terakhir Pati tidak pernah menaikkan pajak.

Pernyataan Sudewo pada 6 Agustus 2025 — “Bukan hanya 5.000, 50.000 orang pun saya hadapi!” — memicu kemarahan publik dan menyulut gelombang solidaritas warga untuk menggelar aksi skala besar. Meski pada 11 Agustus ia mencabut kebijakan kenaikan PBB dan meminta maaf, tuntutan massa bergeser dari sekadar pembatalan pajak menjadi desakan agar Sudewo mundur atau dilengserkan.

BACA JUGA:  Skandal 1.500 'Petugas Hantu' Guncang Bandung, Dugaan Kebocoran APBD dan Maladministrasi Mencuat

Puncak Aksi dan Ketegangan

Lebih dari 50.000 orang memenuhi Alun-alun Pati. Logistik aksi terkoordinasi rapi: 8.000 dus air mineral, mobil makanan keliling, dan dukungan massa dari berbagai daerah. Ketika Sudewo mencoba mendekati massa menggunakan kendaraan taktis, ia disambut lemparan sandal dan botol air mineral. Aparat akhirnya menembakkan gas air mata setelah situasi memanas dan massa mulai melempari area Pendopo Kabupaten.

Media sosial pun dipenuhi tagar #RevolusiDariPati, dengan pesan politik yang tegas: “Sampai Pemerintah Jatuh!” Sebanyak 2.684 personel gabungan TNI-Polri dari Semarang, Demak, Kudus, dan Jepara dikerahkan untuk mengamankan wilayah dan mencegah kerusakan fasilitas publik.

Bupati
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Daerah

Ekonomi Kurban Menyusut Triliunan Rupiah, Masjid Al Ikhlash Kalideres Rasakan Dampaknya

Daerah

Dampak Pemadaman Masal Sumatera: Sektor Perdagangan dan Layanan Kesehatan di Bagansiapiapi Lumpuh Total

Daerah

Bangkitnya Kebudayaan Nusantara Indikator Persatuan Indonesia

BERITA TERBARU

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

Mencari Bukti Tambahan, KPK Sasar Rumah Silmy Karim Pasca Penahanan

Sektor Finansial Jadi Pemantik, Rupiah Terperosok Dekati Level Rp18.000

Siap Buka Nama Besar, Mantan Pimpinan BGN Ajukan Status ‘Justice Collaborator

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.