Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Skandal 1.500 ‘Petugas Hantu’ Guncang Bandung, Dugaan Kebocoran APBD dan Maladministrasi Mencuat

Skandal 1.500 ‘Petugas Hantu’ Guncang Bandung, Dugaan Kebocoran APBD dan Maladministrasi Mencuat

Daerah Minggu, 26 April 2026 1:16 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Bandung — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi yang mestinya disambut jalanan bersih, Bandung justru diguncang kabar yang memantik kemarahan publik. Sorotan terhadap ribuan petugas kebersihan kota berkembang menjadi isu serius yang bukan lagi sekadar soal disiplin kerja, melainkan dugaan maladministrasi sistemik hingga potensi kebocoran anggaran daerah.

Pemicu mencuatnya persoalan ini datang dari pengakuan Wali Kota Muhammad Farhan yang menilai keberadaan sekitar 1.500 penyapu jalan belum menunjukkan dampak signifikan terhadap kebersihan kota. Pernyataan itu kemudian membuka tabir persoalan yang lebih dalam: dugaan adanya petugas yang tercatat bekerja, namun tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Advertisement

Kecurigaan kian menguat setelah Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti adanya kejanggalan sistemik dalam tata kelola petugas kebersihan. Di lapangan, muncul indikasi bahwa sebagian petugas hanya hadir untuk formalitas absensi tanpa benar-benar turun membersihkan ruas jalan. Fenomena ini oleh sejumlah pengamat disebut sebagai praktik ‘pegawai hantu’—tenaga kerja yang menyedot anggaran, tetapi minim kontribusi nyata bagi pelayanan publik.

Puncak perhatian publik terjadi saat Pemkot Bandung menggelar uji coba mendadak melalui program ‘Anu Sasapu Bandung’ pada Sabtu pagi, 19 April 2026. Sebanyak 46 titik sapuan di berbagai sudut kota dipantau langsung oleh camat dan lurah.

BACA JUGA:  Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

Hasil evaluasi itu memunculkan fakta yang mengejutkan. Banyak petugas dilaporkan tidak hadir tepat waktu pada pukul 04.00 WIB sesuai jadwal kerja. Bahkan ketika jam menunjukkan pukul 06.00 WIB—saat mobilitas warga mulai padat—sejumlah ruas utama kota masih dipenuhi sampah dan kotoran. Lebih jauh, ditemukan pola ketidakhadiran berulang yang selama ini luput dari pengawasan manual.

Sorotan keras kemudian datang dari Badan Pemantau Kebijakan Publik. Ketua umumnya, A.Tarmizi, menilai persoalan ini berpotensi menjadi kasus serius yang menyangkut uang rakyat.

“Ini adalah bukti nyata kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jika 1.500 petugas digaji tetapi tidak bekerja, maka ada uang rakyat yang hilang sia-sia,” tegas A.Tarmizi dalam siaran persnya hari ini (25/4/2026).

Badan tersebut mendesak tiga langkah konkret: audit forensik atas daftar hadir dan pembayaran upah petugas setidaknya selama satu tahun terakhir, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti memalsukan absensi atau menerima gaji tanpa bekerja, serta evaluasi total terhadap sistem pengawasan manual yang dinilai rawan manipulasi.

Di bawah tekanan publik, Muhammad Farhan menyatakan pemerintah kota siap melakukan pembenahan menyeluruh.

BACA JUGA:  Tarif Khusus 17 Agustus di Jakarta Diubah: Dari Rp1 Menjadi Rp8

“Kami akui sistem lama telah gagal. Kontrol manual membuka celah ketidakdisiplinan. Ini harus diubah,” ujar Farhan.

Sebagai langkah awal, Pemkot Bandung menyiapkan penerapan absensi digital berbasis GPS dan verifikasi wajah, pengaturan tiga shift kerja untuk menjaga kebersihan kota selama 24 jam, serta sanksi administratif hingga pemutusan hubungan kerja bagi petugas yang terbukti melanggar disiplin berat.

Di tingkat warga, respons yang muncul bercampur antara harapan dan kejengkelan. Bertahun-tahun menyaksikan jalanan kotor di pagi hari, masyarakat kini menuntut transparansi penggunaan anggaran sekaligus tindakan nyata, bukan sekadar janji reformasi birokrasi.

“Kami lelah melihat jalan kotor setiap pagi padahal katanya ada ribuan petugas. Kami ingin tahu ke mana uang pajak kami pergi,” keluh seorang warga Kecamatan Andir.

Kasus ini kini menjelma menjadi ujian besar bagi integritas tata kelola pemerintahan Kota Bandung. Persoalannya tak lagi semata tentang sapu dan sampah, melainkan tentang akuntabilitas, kejujuran administrasi, dan sejauh mana negara hadir menjaga amanah uang publik. Mata masyarakat kini tertuju pada satu hal: apakah skandal ‘petugas hantu’ ini benar-benar dibersihkan sampai ke akar, atau justru menguap seperti kasus-kasus yang pernah lalu.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version