Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Resbob Sampaikan Klarifikasi usai Ucapannya terhadap Viking dan Warga Sunda Tuai Kecaman

Resbob Sampaikan Klarifikasi usai Ucapannya terhadap Viking dan Warga Sunda Tuai Kecaman

Daerah Jumat, 12 Desember 2025 14:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Streamer YouTube Resbob, atau Adimas Firdaus, akhirnya memberikan penjelasan setelah dirinya menjadi sorotan publik. Ia sebelumnya dikritik keras karena dalam siaran langsung di media sosial, ucapannya dianggap menghina pendukung Persib Bandung, Viking, serta masyarakat Sunda. Melalui sebuah video klarifikasi yang ia unggah di Instagram, Adimas menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Adimas menyatakan bahwa dirinya tidak menyadari telah mengeluarkan kalimat bernada penghinaan tersebut. Rekaman yang beredar luas menunjukkan ia tengah berbicara dengan seseorang di kursi penumpang saat sedang menyetir mobil.
Dalam unggahannya itu, Adimas menulis:

Advertisement

“Ketidaksadaran menjadikan kecelakaan saya dalam ucapan, sampai skrng saya ga inget sama sekali bahwa mulut saya mengucapkan itu. dengan inilah mari kita tinggalkan alkohol. Najis dan membuat mulut orang menjadi celaka,” tulisnya, seraya menyebut hal itu sebagai pelajaran berat. “Contohnya saya tapi inilah hikmah yang besar buat saya agar bisa menjadi pelajaran untuk keselamatan saya ke depan. Tetaplah sadar karna mulutmu adalah harimaumu maka jangan rusak dengan alkohol. Sekali lagi mohon maafkan saya.”

BACA JUGA:  Proses Hukum Kasus Dugaan TPKS Pelapor NL Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

Adimas menjelaskan bahwa livestream tersebut dilakukan ketika ia berada di Surabaya, Jawa Timur. Ia kemudian mengaku mendapat banyak teguran setelah video itu beredar, termasuk dari orang-orang yang mengingatkannya bahwa ucapannya telah menyinggung suku Sunda.

Ia menegaskan bahwa dirinya pun sulit mempercayai bahwa kata-kata tersebut keluar dari mulutnya. “Bahwa sungguh dan sesungguh-sungguhnya saya masih tidak percaya sedikit pun hal itu, ucapan itu keluar dari mulut saya. Hal itu mustahil, dan tidak masuk akal sama sekali bagi saya mengucapkan hal itu, apalagi terkait suku Sunda,” ujarnya.

Adimas kemudian memaparkan latar belakang keluarganya yang membuatnya merasa tidak mungkin sengaja menghina etnis Sunda. Ia mengatakan dibesarkan oleh ibu sambung yang berasal dari Tasikmalaya serta oleh seorang kiai bersuku Sunda.

BACA JUGA:  Proyek Rp1,2 Miliar di DLH Jabar Disorot, BPKP Ungkap Indikasi Pola Pengadaan Bermasalah

“Ketidakpercayaan ini [dirinya atas ucapan penghinaan yang viral] didasari karena saya sendiri memang lahir dari rahim seorang ibu yang orang Padang, suku Padang [Minang], namun saya dididik sejak kecil, umur 2 tahun, dibesarkan dengan kasih sayang oleh ibu sambung yang berdarah Sunda, tepatnya orang Tasikmalaya,” tuturnya.

Ia kembali memohon maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan atas ucapannya, terutama keluarga dan masyarakat Sunda. “Saya sadar ucapan saya tersebut adalah hal sensitif. Hal itu di luar kesadaran saya,” kata Adimas.

Advertisement

Bandung Sunda TNI
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

Daerah

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

Daerah

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

Daerah

Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Dinilai Berpotensi Mengotakkan Identitas Budaya Sunda

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.