GazanaPublika.com, Padang Pariaman — Pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, kebutuhan paling mendesak warga perlahan mulai terjawab. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turun langsung membangun puluhan sumur bor untuk memastikan masyarakat kembali memperoleh akses air bersih yang sempat terputus akibat rusaknya sarana air pascabencana hidrometeorologi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kehidupan warga, terutama di kawasan yang selama ini bergantung pada sumber air permukaan yang terdampak bencana. Melalui program tersebut, Polri menargetkan pembangunan 38 titik sumur bor lengkap dengan pemasangan toren air, serta penyaluran enam unit toren tambahan untuk mendukung distribusi air bersih.
Sejumlah sumur bor kini telah rampung dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, beberapa titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan segera selesai agar seluruh wilayah terdampak dapat merasakan manfaat yang sama.
Pada pelaksanaan hari ini, pekerjaan difokuskan pada enam lokasi, yakni Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Selatan, Sungai Buluh Utara, Nagari Kasang, Nagari Kapalo Koto, dan Nagari Kurai Taji. Di titik-titik tersebut, aktivitas pengeboran dan pemasangan fasilitas air bersih terus berlangsung dengan melibatkan koordinasi lintas pihak.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui institusi Polri dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses air bersih. Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan sehari-hari,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.
Ia menambahkan, Polri akan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya agar seluruh target pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana dan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selama proses pembangunan berlangsung, kondisi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Partisipasi warga setempat pun cukup tinggi, mencerminkan harapan besar masyarakat agar krisis air bersih yang mereka alami pascabencana segera teratasi.
