Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ekonomi Kurban Menyusut Triliunan Rupiah, Masjid Al Ikhlash Kalideres Rasakan Dampaknya

Ekonomi Kurban Menyusut Triliunan Rupiah, Masjid Al Ikhlash Kalideres Rasakan Dampaknya

Daerah Rabu, 27 Mei 2026 21:04 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Suasana persiapan Idul Adha 1447 H / 2026 M di Masjid Al Ikhlash, Kav PTB Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Penurunan daya beli masyarakat di kawasan Jakarta Barat hingga Provinsi Banten berdampak langsung pada menyusutnya jumlah hewan kurban yang disetorkan oleh jemaah ke panitia lokal pada musim kurban tahun ini.

Kondisi lesunya aktivitas kurban di tingkat akar rumput ini terlihat jelas saat tokoh masyarakat setempat meninjau langsung beberapa masjid yang menyelenggarakan pemotongan di wilayah Tegal Alur dan sekitarnya.

Advertisement

“Banyak warga yang biasanya patungan untuk membeli satu ekor sapi, sekarang terpaksa beralih ke kambing karena keterbatasan anggaran. Bahkan, tidak sedikit juga warga yang tahun ini terpaksa urung atau batal berkurban,” ujar Mikie Defrian, tokoh masyarakat Tegal Alur, saat ditemui di Masjid Al Ikhlash di Tegal Alur, Jakarta (27/5/2026).

BACA JUGA:  KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

Refleksi Penurunan Makro Secara Nasional

Fenomena yang terjadi di Masjid Al Ikhlash dan sekitarnya ini ternyata sejalan dengan data makro nasional. Berdasarkan hasil riset dari Indonesian Development and Islamic Studies (IDEAS), tren penurunan jumlah pekurban di Indonesia memang sudah terbaca sejak beberapa tahun terakhir akibat pergeseran kondisi ekonomi masyarakat.

Data IDEAS mencatat, pada tahun 2024 jumlah pekurban secara nasional mampu mencapai angka 2,16 juta orang. Namun, pada tahun 2025 angka tersebut diproyeksikan merosot menjadi 1,92 juta pekurban. Kontraksi atau penurunan sekitar 233 ribu pekurban ini secara otomatis menyusutkan nilai ekonomi kurban nasional dari Rp28,3 triliun (2024) menjadi Rp27,1 triliun (2025), yang dampaknya kini dirasakan nyata oleh kepanitaan masjid di tahun 2026.

BACA JUGA:  Student Care Vocation Padukan Budaya Tradisional dan Literasi Digital untuk Generasi Muda

Domba dan Kambing Jadi Pilihan Realistis

Meskipun daya beli masyarakat sedang terkoreksi tajam, antusiasme warga kelas menengah ke bawah untuk tetap beribadah membuat pasar hewan kecil tetap bergerak dominan. IDEAS mencatat bahwa kebutuhan komoditas kurban secara nasional masih ditopang oleh jenis domba dan kambing yang mencapai sekitar 1,1 juta ekor, berbanding jauh dengan kebutuhan sapi yang hanya berada di kisaran 503 ribu ekor.

Faktor harga yang jauh lebih terjangkau dan fleksibel membuat domba atau kambing menjadi pilihan paling realistis bagi jemaah di tingkat kelurahan dan desa agar tetap dapat menunaikan ibadah kurban di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan. (Red)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Wakapolda Banten Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

Polda Metro Panggil Dandhy Laksono 27 Oktober, Kasus Film ‘Pesta Babi’ Masih Tahap Penyelidikan

Kapolri Ungkap 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 22 Perusahaan Terafiliasi Asing Diselidiki

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version