Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » AKP Sugiar: Saya Sedih Melihat Generasi Milenial yang Sudah Mulai Jauh dari Budaya

AKP Sugiar: Saya Sedih Melihat Generasi Milenial yang Sudah Mulai Jauh dari Budaya

Daerah Rabu, 12 Juni 2024 20:09 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Acara pelantikan pengurus TTKKBI DPC Kecamatan Malingping, bersama AKP Sugiar Ali Munandar (berpakaian polisi sebelah kanan), bertempat di Paguron Silat Sandi Alam Husada Kharisma Cikeusik Timur, Malingping yang dihadiri belasan Paguron silat se Lebak selatan, (12/6).

Advertisement

GazanaPublika.com, Malingping – Sebelum pelaksanaan pelantikan Pengurus Tjimande Tarikolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI), Kapolsek Malingping, AKP Sugiar Ali Munandar, S.H., sudah hadir memenuhi undangan panitia. Dengan ramahnya, Pak Sugiar, sapaan akrabnya, menyapa beberapa anggota TTKKBI seraya menyalami mereka semua.

AKP Sugiar pun segera turun ke lebak (istilah bahasa Sunda menunjuk bagian lebih bawah dataran), mengambil posisi duduk, bergabung dengan pengurus TTKKBI lainnya yang telah lebih dahulu menempati tempat. Dengan santai, AKP Sugiar menunjukkan wajah semringah dan bersahabat. Beberapa anggota TTKKBI pun menyapanya dan menyalaminya, menghormati Kapolsek yang telah meluangkan waktu hadir di acara mereka.

Advertisement

AKP Sugiar mengikuti seluruh acara tersebut hingga pukul 01.00 WIB. Di sela-sela acara yang masih berlangsung, pertunjukan Pencak Silat Tjimande Tarikolot dari peserta TTKKBI, wartawan GazanaPublika.com mengajak berbincang-bincang dengannya.

Wartawan GazanaPublika.com menanyakan mengapa Kapolsek sepertinya sangat menyukai turun langsung ke masyarakat dan bersedia menghadiri acara yang mereka selenggarakan.

AKP Sugiar menjawab dengan ringan bahwa dirinya memang senang berakrab-akrab dengan masyarakat, bukan hanya karena sebagai polisi yang wajib mengayomi, tetapi lebih dari suatu panggilan hati nurani.

BACA JUGA:  Dana Tambahan Rp202 Miliar Masuk, Bupati Bima Naikkan Gaji P3K Paruh Waktu

“Kalau suatu saat saya sudah pensiun maka saya adalah masyarakat. Orang tua saya berpesan, jangan bangga karena bajumu,” pesan ini ia ingat sekali sampai sekarang.

Menanggapi acara TTKKBI, AKP Sugiar menjelaskan bahwa dirinya memang menyukai acara budaya seperti itu, apalagi yang berhubungan dengan Pencak Silat. Ia teringat sewaktu kecil pernah belajar Pencak Silat bahkan tari Jaipongan. Mantan Kapolsek Panimbang ini menjelaskan bahwa Pencak Silat itu dipelajari waktu di pesantren dulu.

“Saya menyukai acara seperti ini karena ada nuansa kekeluargaan. Acara budaya itu substansinya membangun kekompakan. Kan sama dengan sila ketiga Pancasila,” jelas AKP Sugiar yang juga sebagai salah satu Pembina TTKKBI DPW II Kabupaten Lebak Selatan.

AKP Sugiar menjelaskan membangun kerukunan di zaman ini sangat sulit. Ia sangat sedih melihat generasi muda yang sudah kecanduan gadget dan media sosial sehingga mereka mengalami keterasingan dengan budaya.

BACA JUGA:  Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

“Nah, saya berharap acara seperti ini dapat merekatkan kembali kerukunan masyarakat, setidaknya bisa merekrut anak-anak muda untuk terlibat. Banyak anak muda kehilangan budayanya. Budaya tidak boleh hilang dari generasi muda agar mereka tetap bersandar pada akar leluhurnya,” jelas AKP Sugiar yang ternyata masih memiliki hubungan keturunan Banten dari ibunya.

Acara budaya seperti itu, jelas AKP Sugiar, bisa mengikis radikalisasi di masyarakat. Dengan begitu, tuturnya, keberadaan TTKKBI ini telah menguatkan sendi-sendi budaya.

“Intinya yang ingin saya sampaikan, dengan budaya, akan terbangun persatuan di antara masyarakat. Tidak ada gunanya konflik antar sesama. Sebagai muslim, coba kita renungkan makna tujuh ayat (maksudnya surat Al-Fatihah). Nah, ayat ketiga Allah memberikan firman-Nya ‘Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang’. Kita harus saling mencintai. Tebarkan kasih sayang, apalagi kepada fakir miskin,” jelas AKP Sugiar menutup obrolannya karena harus menghadiri undangan masyarakat lain.(red)

Advertisement

Budaya
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version