Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Akibat Resahkan Warga, FK RW Tegal Alur, Tolak Debt Collector dan Geng Motor di Tegal Alur

Akibat Resahkan Warga, FK RW Tegal Alur, Tolak Debt Collector dan Geng Motor di Tegal Alur

Daerah Sabtu, 15 Juni 2024 18:01 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Ketegangan semakin memuncak di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang akibat maraknya aksi debt collector dan geng motor. Warga yang semakin resah akhirnya bersatu untuk menyuarakan penolakan tegas terhadap aksi premanisme yang semakin merajalela.

Forum Komunikasi RW Terhadap Debt Collector (Mata Elang) di Kelurahan Tegal Alur menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keresahan mereka. Ketua Forum Komunikasi RW Kelurahan Tegal Alur, Ngatiyono Temon, mengungkapkan bahwa banyak laporan masuk mengenai perampasan kendaraan oleh kelompok yang mengaku sebagai mata elang.

Advertisement

“Banyaknya laporan dalam perampasan kendaraan ke kita artinya ini meresahkan masyarakat. Hari ini kita melakukan rapat forum komunikasi (FK) RW masalah Debt Collector atau yang biasa disebut mata elang,” ujar Ngatiyono Temon di Tegal Alur, Jakarta Barat, Jumat (14/6/2024).

Dalam pertemuan tersebut, para Ketua RW se-Tegal Alur dan perwakilan perangkatnya sepakat untuk menolak aksi premanisme dan geng motor yang mengancam keamanan wilayah mereka. Pernyataan sikap ini dipimpin langsung oleh Ngatiyono Temon, SH.,, dan disetujui oleh semua peserta yang hadir.

Pernyataan sikap tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menolak segala bentuk premanisme yang dilakukan oleh para debt collector atau mata elang di wilayah Tegal Alur.
2. Menolak segala bentuk geng motor yang meresahkan masyarakat di Tegal Alur.
3. Meminta pihak kepolisian untuk melakukan proses hukum yang berlaku bagi para pelaku tersebut.

BACA JUGA:  Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

Lurah Tegal Alur, Drs. Dwi Kurniasih, MAP, mendukung penuh rapat forum musyawarah (FK) RW mengenai masalah debt collector (mata elang) yang membuat resah masyarakat. Ia juga berpesan agar warga segera melaporkan kepada pihak kepolisian (Polsek) terdekat jika terjadi aksi geng motor, tawuran antar pelajar, atau perampasan kendaraan secara premanisme oleh debt collector di jalan raya atau lingkungan sekitar.

Dwi Kurniasih juga menyebutkan ada enam titik lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya debt collector di wilayah Kelurahan Tegal Alur, yaitu Jl. Menceng Raya, Jl. Kamal Raya, Jl. Kapuk Kamal (Rawa Melati), Jl. Kayu Besar, dan Jl. Taman Palm.

Untuk menanggapi keresahan warga, Ketua Forum Komunikasi RW mengungkapkan rencana pemasangan spanduk penolakan debt collector (mata elang) di setiap wilayah RW. Selain itu, forum juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian (Polsek) Kalideres untuk menindaklanjuti masalah ini.

Kasus terakhir yang semakin memicu kemarahan warga adalah ketika seorang tokoh masyarakat dan Ketua RT di wilayah Kelurahan Tegal Alur menjadi korban perlakuan premanisme oleh mata elang saat mencoba melerai perampasan motor.

“Kami sebagai warga meminta pihak kepolisian dari Polsek Kalideres melakukan operasi terhadap para mata elang yang kian meresahkan tersebut. Karena tak jarang modus matel juga digunakan para pelaku kejahatan dalam mengelabui korbannya,” harapnya.

BACA JUGA:  Ekonomi Kurban Menyusut Triliunan Rupiah, Masjid Al Ikhlash Kalideres Rasakan Dampaknya

Kilas Balik

Aksi geng motor akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Pada bulan lalu, sebuah kasus geng motor membacok tiga pengendara motor di Jalan Raya Hasyim Ashari dari arah Kota Tangerang ke arah Cipondoh. Arak-arakan kendaraan sepeda motor yang diduga sebagai geng motor berkonvoi dengan mengacungkan senjata tajam celurit di depan rumah makan Mie Gacoan, tak jauh dari Taman Royal.

Kesaksian warga, Meliana, mengatakan konvoi serupa sudah beberapa hari belakangan terlihat di Jalan Hasyim Ashari. “Malam ini ramai depan Mie Gacoan, dan rawan di Gang Ambon,” kata Meliana, Jumat tengah malam, 17 Mei 2024.

Menurut Meliana, arak-arakan sepeda motor itu terlihat pada Jumat malam sekitar pukul 20.15 WIB. Mereka terlihat riuh di depan Mie Gacoan dan berputar arah. “Seperti tawuran, tapi tidak tahu peristiwa persisnya. Karena ada yang berlarian masuk gang. Itu yang membuat warga ketakutan,” jelasnya.

Dengan situasi yang semakin memprihatinkan ini, diharapkan pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas untuk menindaklanjuti keresahan warga dan memulihkan keamanan di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang. (Red)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.