Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Proyek Irigasi Cibinuangeun: GAMMA Minta Pengecekan, DPUPR Banten Pun Tanggapi

Proyek Irigasi Cibinuangeun: GAMMA Minta Pengecekan, DPUPR Banten Pun Tanggapi

Daerah Rabu, 28 Agustus 2024 5:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Tampak proyek pembangunan DI Cibinuangeun di Kecamatan Malingping yang sedang dalam proses pengerjaan, Selasa (27/8).

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Proyek pembangunan Daerah Irigasi (DI) Cibinuangeun yang terletak di Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, tengah menjadi perhatian publik. Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) menyoroti kualitas proyek yang merupakan bagian dari proyek strategis Provinsi Banten, dengan tudingan adanya ketidaksesuaian mutu beton yang digunakan.

GAMMA menyampaikan tuntutan mereka kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek. “Kami menduga ada ketidaksesuaian mutu beton pada proyek DI Cibinuangeun,” ungkap perwakilan GAMMA dalam aksi mereka, Selasa (27/8/2024). Mereka juga menuduh bahwa proyek tersebut telah merugikan para petani lokal, menyebabkan sawah mengalami kekeringan.

Advertisement

Menanggapi tudingan ini, DPUPR Provinsi Banten segera melakukan kunjungan lapangan untuk memverifikasi klaim tersebut. Anehnya, perwakilan mahasiswa yang sebelumnya vokal tidak hadir saat pengecekan dilakukan.

Aktivis Lebak, Humaedi, turut memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa tudingan yang dilontarkan oleh GAMMA tidak berdasar. “Dalam proyek pembangunan seperti ini, kita harus berbicara berdasarkan data teknis, bukan asumsi,” tegas Humaedi. Ia juga merasa aneh dengan adanya kabar bahwa petani setempat merasa dirugikan, padahal sebagian besar petani justru mendukung proyek tersebut.

BACA JUGA:  Dana Tambahan Rp202 Miliar Masuk, Bupati Bima Naikkan Gaji P3K Paruh Waktu

Humaedi mengingatkan bahwa proyek DI Cibinuangeun ini berada dalam program Pengawalan Proyek Strategis (PPS) oleh Kejaksaan Tinggi Banten, yang bertujuan untuk mengatasi dan menanggulangi berbagai ancaman dalam pembangunan proyek strategis daerah. “Tim PPS sebaiknya memanggil Ahmad Hudori dari GAMMA untuk memberikan penjelasan atas tuduhannya. Jika tidak terbukti, tuduhan itu bisa dianggap sebagai hambatan terhadap proyek,” tambahnya.

Untuk memastikan kualitas proyek, DPUPR Banten mengutus Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Air, Luki Haidir, untuk turun ke lapangan. Luki mengungkapkan bahwa beton yang digunakan dalam proyek ini telah melalui uji mutu oleh laboratorium penguji yang tersertifikasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada Sabtu lalu (24/8). “Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas beton memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelas Luki.

BACA JUGA:  Semarak HUT RI ke-81, Pedagang Asongan dan PKL Palmerah Bagikan Kantong Sampah demi Jaga Kebersihan Kawasan DPR

Meskipun demikian, DPUPR Banten tetap membuka ruang untuk melakukan uji mutu ulang jika diperlukan. “Kami siap melakukan uji beton kembali untuk mengakomodir masukan. Kami selalu terbuka untuk diskusi demi pembangunan Banten yang berkualitas,” ujar Luki. Ia juga mengajak semua pihak yang memiliki kekhawatiran terkait proyek ini untuk hadir langsung di lapangan. “Jika ada yang tidak sesuai, kami siap membongkar dan memperbaiki sesuai arahan Kepala Dinas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Rahong, Atang, menyatakan bahwa proyek irigasi ini justru diharapkan dapat meningkatkan hasil panen para petani. “Kami tidak pernah merasa dirugikan. Sebaliknya, kami berharap irigasi ini bisa mengaliri sawah kami sehingga panen bisa tiga kali setahun,” kata Atang.

Atang juga mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran pihak GAMMA yang sebelumnya meminta DPUPR turun ke lokasi. “Kami berharap Kepala Dinas PUPR Banten tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak berdasar dan tetap melanjutkan proyek ini demi kepentingan petani,” pungkasnya.

Advertisement

Proyek
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version