Advertisement
GazanaPublika.com, Denpasar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali melaporkan kasus gigitan anjing di Pulau Dewata sepanjang 2024 mencapai angka yang mengkhawatirkan. Tercatat sebanyak 55.767 kasus gigitan anjing terjadi di seluruh wilayah Bali, dengan beberapa kabupaten menjadi penyumbang angka tertinggi.
Kabupaten Badung menempati posisi teratas dengan 9.732 kasus gigitan, diikuti oleh Denpasar sebanyak 7.847 kasus, Tabanan 7.244 kasus, dan Karangasem 7.049 kasus. Sementara itu, Gianyar melaporkan 7.035 kasus, Buleleng 5.293 kasus, Jembrana 4.739 kasus, Bangli 3.812 kasus, dan Klungkung 3.016 kasus, dilansir dari JPNN.com, Selasa (7/1/2025).
Advertisement
Sebagai respons atas tingginya jumlah kasus, Dinkes Bali telah mendistribusikan 31.370 vial vaksin antirabies (VAR) bagi korban gigitan yang berpotensi terkena rabies. Vaksin ini diberikan setelah dilakukan penyaringan untuk memastikan apakah hewan yang menggigit berisiko membawa rabies atau tidak.
Namun, dari total kasus gigitan, masih terdapat 24.397 korban gigitan yang tidak mendapatkan vaksin karena anjing atau hewan lain yang menggigit dipastikan bebas dari rabies.
Meskipun upaya vaksinasi telah dilakukan, Dinkes Bali melaporkan adanya tujuh kasus kematian sepanjang tahun akibat rabies. Korban meninggal tersebut dilaporkan terlambat mendapatkan penanganan medis setelah digigit oleh hewan penular rabies (HPR).
Pihak Dinkes Bali mengingatkan masyarakat untuk segera melapor dan mendapatkan vaksin setelah mengalami gigitan anjing atau hewan lainnya yang berpotensi menularkan rabies. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko kematian akibat rabies dapat diminimalkan.
Selain itu, Dinkes juga terus mendorong program vaksinasi rabies massal untuk anjing liar dan peliharaan di seluruh wilayah Bali sebagai langkah pencegahan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga hewan peliharaan mereka, memastikan anjing telah divaksin, serta menghindari kontak langsung dengan anjing liar.
Tingginya angka gigitan anjing di Bali menjadi perhatian serius, mengingat Bali adalah salah satu destinasi wisata dunia. Pencegahan rabies yang efektif bukan hanya melindungi masyarakat lokal, tetapi juga menjaga citra Bali sebagai tujuan wisata yang aman.
Advertisement
