GazanaPublika.com, Jakarta – Penemuan mayat pria mengambang di perairan Marunda, Jakarta Utara, pada Jumat (10/1/2025), akhirnya teridentifikasi. Polisi memastikan jasad tersebut adalah Brigjen TNI (Purn) Hendrawan Ostevan, mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) dengan jabatan terakhir sebagai Tim Ahli Deputi III.
Informasi ini dikonfirmasi oleh pengamat intelijen Wawan Hari Purwanto, yang juga pernah menjabat sebagai Juru Bicara BIN.
“Beliau sudah pensiun lama, saat ini usianya 75 tahun. Masa tugasnya berakhir pada usia 58 tahun,” ujar Wawan kepada wartawan, Selasa (14/1/2025), dilansir dari tribunnews.com.
Pada tubuh korban ditemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI dan BIN. Kartu BIN menunjukkan jabatan korban sebagai Tim Ahli Deputi III, dengan tanggal penerbitan 20 Februari 2015.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, juga membenarkan penemuan identitas tersebut. “Tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap lebih lanjut kejadian ini,” kata Ade.
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Awal
Dalam penyelidikan awal, tim gabungan dari Ditpolair Polda Metro Jaya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan Polsek Kawasan Kali Baru menemukan rekaman CCTV di Dermaga KCN Marunda. Rekaman menunjukkan mobil Toyota Vios bernomor polisi B-1606-LB yang diduga dikendarai korban masuk ke area dermaga pada pukul 00.35 WIB.
Mobil tersebut terlihat melaju hingga ujung dermaga di Kade 07-08 sebelum akhirnya jatuh ke laut. “Penyidik masih mencari mobil yang dikemudikan korban untuk melengkapi penyelidikan,” jelas Ade.
Penemuan Mayat oleh Nelayan
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang beraktivitas di sekitar perairan Marunda. Nelayan tersebut segera melaporkan temuannya kepada petugas kepolisian di lokasi. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian bermotif belang, celana jeans hitam, dan sabuk hitam.
Kapolsek Cilincing, Kompol Fernando Saharta Saragi, membenarkan temuan mayat tersebut. Namun, ia enggan menjelaskan detail mengenai ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kasus ini sepenuhnya ditangani oleh Subdit Gakkum Polair Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Keluarga Korban Dilibatkan
Tim penyidik juga telah menemui keluarga korban untuk membahas penanganan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi dan pemulangan jenazah. Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab jatuhnya kendaraan korban ke laut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lain.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik, mengingat status korban sebagai mantan pejabat tinggi TNI dan BIN. Polisi diharapkan segera menyelesaikan penyelidikan guna memberikan kejelasan kepada keluarga dan masyarakat.
