Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gencatan Senjata Alot, Israel Bersikeras Pertahankan Pasukan, Hamas Menolak Reposisi Militer

Gencatan Senjata Alot, Israel Bersikeras Pertahankan Pasukan, Hamas Menolak Reposisi Militer

Berita Utama Minggu, 13 Juli 2025 0:58 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: antaranews.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Doha – Upaya perundingan tidak langsung antara kelompok Hamas dan Israel untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza kembali menghadapi jalan terjal. Harapan akan terwujudnya penghentian sementara konflik yang telah berlangsung lebih dari 21 bulan itu tampaknya kembali meredup, setelah kedua pihak berselisih tajam terkait kehadiran militer Israel di wilayah Palestina.

Menurut dua sumber Palestina yang memiliki akses langsung terhadap proses negosiasi, perundingan yang berlangsung di Doha, ibu kota Qatar, mengalami hambatan signifikan akibat sikap Israel yang tetap bersikeras untuk mempertahankan pasukannya di Gaza. Delegasi dari kedua belah pihak telah memulai putaran baru pembicaraan pada hari Minggu lalu, dengan mediasi Qatar dan dukungan dari Mesir serta Amerika Serikat, dalam upaya menyepakati jeda pertempuran selama 60 hari.

Advertisement

Kedua pihak sebelumnya menyatakan keterbukaan terhadap proposal awal, termasuk kemungkinan pembebasan 10 sandera yang masih hidup dan ditawan oleh Hamas. Kesepakatan itu juga akan mencakup pengiriman bantuan kemanusiaan berskala besar serta jeda serangan udara dan operasi darat oleh militer Israel. Namun, substansi utama yang menjadi titik sengketa adalah soal kehadiran pasukan Israel di Gaza.

Seorang pejabat Palestina yang mengetahui detail perundingan tersebut mengatakan kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP) pada Sabtu (12/7/2025), bahwa “negosiasi di Doha menghadapi kemunduran dan kesulitan yang kompleks karena desakan Israel, hingga Jumat kemarin, untuk menyajikan peta penarikan, yang sebenarnya merupakan peta penempatan ulang dan reposisi tentara Israel, alih-alih penarikan yang sesungguhnya.”

BACA JUGA:  Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Usung Tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Dalam peta militer yang diajukan, Israel dikabarkan tidak sepenuhnya menarik pasukannya dari wilayah kantong Palestina itu, melainkan hanya melakukan pemindahan posisi secara strategis dengan tetap mempertahankan kehadiran bersenjata di titik-titik yang dianggap ‘krusial’. Hal ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Hamas yang sejak awal menyatakan bahwa gencatan senjata hanya bisa berlangsung jika seluruh pasukan Israel mundur sepenuhnya dari wilayah Gaza.

“Kami tidak bisa menyebut ini sebagai penarikan. Ini hanyalah bentuk pendudukan baru dengan pola yang disamarkan. Masyarakat Gaza butuh jaminan atas kemerdekaan dan keselamatan, bukan ilusi gencatan senjata,” ujar sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sikap Hamas sendiri tetap konsisten. Mereka menuntut penarikan total pasukan Israel dari seluruh wilayah Gaza sebagai prasyarat mutlak dalam kesepakatan gencatan senjata, dan menolak skema pengawasan militer apa pun dari pihak Israel di masa transisi. Kelompok ini juga menekankan bahwa pembebasan sandera hanya bisa terjadi jika Israel menunjukkan komitmen nyata terhadap penghentian agresi dan dimulainya proses rekonstruksi Gaza yang telah luluh lantak akibat serangan udara dan operasi darat selama hampir dua tahun.

BACA JUGA:  Komnas HAM Kecam Aksi Taufik Hidayat Sekap dan Siksa Pacar di Bandung

Sementara itu, otoritas Israel masih belum memberikan pernyataan resmi terkait dinamika terbaru di Doha. Namun sejumlah analis keamanan menyebut bahwa Israel masih mempertimbangkan opsi kehadiran militer terbatas untuk mencegah penguatan kembali kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Konflik di Gaza yang telah berlangsung sejak akhir 2023 telah menewaskan puluhan ribu warga sipil, menghancurkan infrastruktur penting, dan menciptakan krisis kemanusiaan akut di seluruh Jalur Gaza. Upaya gencatan senjata sebelumnya telah beberapa kali diupayakan namun selalu gagal karena perbedaan posisi mendasar antara kedua belah pihak, terutama soal keamanan jangka panjang dan status wilayah pendudukan.

Kini, dunia internasional kembali menanti—akankah putaran perundingan di Doha kali ini menghasilkan titik terang, atau justru menambah daftar panjang kebuntuan diplomatik yang berakhir pada derita rakyat sipil? Yang jelas, selama satu pihak masih mempertahankan senjata di tanah yang diklaim milik bersama, perdamaian sejati tampaknya masih jauh dari jangkauan. ***

Advertisement

Hamas Israel
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.