Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Lebih dari 1.000 Rabi Yahudi Tuding Israel Gunakan Kelaparan sebagai Senjata di Gaza

Lebih dari 1.000 Rabi Yahudi Tuding Israel Gunakan Kelaparan sebagai Senjata di Gaza

Internasional Senin, 28 Juli 2025 21:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Gaza – Seruan moral menggema dari hati komunitas Yahudi dunia. Lebih dari 1.000 rabi dan cendekiawan Yahudi dari berbagai negara—termasuk Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, hingga Israel sendiri—menyerukan hentinya blokade pangan terhadap rakyat Gaza. Dalam sebuah surat terbuka yang beredar sejak Jumat lalu, mereka menuduh Israel sengaja menggunakan kelaparan sebagai alat perang dalam konflik melawan Hamas.

Surat yang kini telah ditandatangani oleh lebih dari seribu tokoh keagamaan Yahudi itu mengecam kebijakan pembatasan ketat terhadap bantuan kemanusiaan di Gaza. Mereka menyebut tindakan itu tidak hanya melanggar prinsip kemanusiaan, tetapi juga mencoreng nilai-nilai luhur Yudaisme.

Advertisement

“Pembatasan terhadap makanan, air, dan obat-obatan bagi warga sipil yang menderita tidak sejalan dengan nilai-nilai dasar Yudaisme sebagaimana kami pahami,” tulis para rabi dalam surat tersebut.

BACA JUGA:  Berdikari Pasca 50 Tahun Diembargo, Energi Raksasa Iran Teknologi Turbin Gas F-Class MGT-75

Kepala badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengungkapkan bahwa sekitar 90.000 perempuan dan anak-anak di Gaza kini mengalami malnutrisi akut. Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk “kelaparan buatan manusia”, akibat blokade panjang Israel terhadap wilayah kantong Palestina itu.

Namun Israel menolak tudingan tersebut. Pemerintah Tel Aviv mengklaim bahwa masalah distribusi bantuan terjadi karena ulah Hamas yang dituduh mencuri bantuan dan menyerang jalur distribusi. Selain itu, Israel menyalahkan lemahnya koordinasi internasional dalam proses pengiriman bantuan.

Sebagai tanggapan atas desakan internasional, Israel menyatakan akan meningkatkan bantuan kemanusiaan—mulai dari pengiriman paket bantuan lewat udara hingga “jeda taktis” mingguan untuk memungkinkan masuknya lebih dari 100 truk bantuan. Meski begitu, Lazzarini menilai langkah tersebut hanyalah ‘tipuan’ untuk menjaga citra Israel di mata dunia.

BACA JUGA:  Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

“Israel seharusnya membuka blokir bagi lebih dari 6.000 truk bantuan yang kini tertahan. Ini bukan soal citra, ini soal nyawa,” ujar Lazzarini tegas.

Rabi Jonathan Wittenberg dari Inggris, salah satu tokoh utama dalam kampanye ini, mengatakan kepada The Jewish Chronicle bahwa krisis kemanusiaan di Gaza bukan hanya soal konflik politik, melainkan soal krisis moral yang membebani umat Yahudi di seluruh dunia.

“Kami menyerukan agar kebungkaman dihentikan. Ini bukan hanya soal reputasi Israel, tetapi juga menyangkut reputasi moral Yudaisme itu sendiri,” ujarnya.
Seruan ini datang di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel untuk mengakhiri kekerasan di Gaza dan mengizinkan aliran bantuan kemanusiaan secara penuh dan aman.

Advertisement

Israel Yahudi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.