Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » 15 Negara Barat Siap Akui Kenegaraan Palestina

15 Negara Barat Siap Akui Kenegaraan Palestina

Berita Utama Jumat, 1 Agustus 2025 5:14 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, New York, — Seruan global untuk kemerdekaan Palestina semakin bergema. Dalam sebuah momen bersejarah yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 15 negara Barat secara resmi menyatakan niatnya untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Deklarasi tersebut diumumkan dalam sebuah konferensi internasional yang digelar Selasa lalu (29/7/2025), dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menegaskan komitmen negaranya dalam sebuah pernyataan di platform X, sehari setelah acara berlangsung.

Advertisement

“Di New York, bersama 14 negara lainnya, Prancis menyerukan pengakuan kolektif atas Negara Palestina. Kami juga mengundang negara lain untuk bergabung,” tulis Barrot, seperti dilansir dari detiknews.com mengutip France24, Rabu (31/7/2025).

Negara-negara yang tergabung dalam deklarasi ini antara lain: Andorra, Australia, Kanada, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, San Marino, Slovenia, dan Spanyol.

BACA JUGA:  Fokus Jalani Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

Langkah bersama ini menandai sebuah babak baru dalam upaya internasional mewujudkan solusi dua negara: Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai dan setara. Deklarasi ini tidak hanya simbolik, tetapi menjadi tekanan diplomatik kuat terhadap pihak-pihak yang masih menghambat realisasi visi tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyatakan niat negaranya untuk secara resmi mengakui Negara Palestina pada Sidang Umum PBB September 2025. Tak hanya itu, dukungan juga datang dari Inggris dan Kanada, dua negara besar anggota G7.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina akan menjadi kenyataan jika Israel gagal memenuhi tiga syarat kunci: membuka jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza, menghentikan aneksasi wilayah Tepi Barat, dan menunjukkan komitmen nyata terhadap solusi dua negara.

BACA JUGA:  Teheran Mulai Persiapkan Upacara Pelepasan Ali Khamenei, Prosesi Dijadwalkan Berlangsung Sebelum Akhir Juni

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menambahkan bobot pada koalisi ini dengan menyatakan bahwa Kanada siap mengakui Palestina di Sidang Umum ke-80 PBB, demi mendorong jalan menuju perdamaian yang berkeadilan.

“Kanada bermaksud untuk mengakui Negara Palestina pada Sidang ke-80 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September 2025,” ujar Carney, dikutip dari AFP dan detiknews.com.

Saat ini, dari 193 anggota PBB, sebanyak 147 negara telah lebih dulu mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Dengan bergabungnya negara-negara Barat dalam barisan pengakuan tersebut, posisi Palestina di panggung internasional semakin kuat.

Langkah ini tak pelak menimbulkan reaksi keras dari Israel dan sekutunya. Namun, bagi para pendukung kemerdekaan Palestina, momen ini dianggap sebagai gelombang baru yang menandai dimulainya tekanan diplomatik yang lebih terarah demi perdamaian abadi di Timur Tengah.

Advertisement

Palestina
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.