Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menlu Jerman Sebut Situasi di Gaza ‘Di Luar Imajinasi’, Desak Israel Buka Akses Bantuan dan Hindari Isolasi Global

Menlu Jerman Sebut Situasi di Gaza ‘Di Luar Imajinasi’, Desak Israel Buka Akses Bantuan dan Hindari Isolasi Global

Internasional Jumat, 1 Agustus 2025 20:05 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Yerusalem — Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, dalam kunjungannya ke Yerusalem pada Kamis (31/7/2025), menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Jalur Gaza. Dalam pernyataan tegasnya kepada media, ia menggambarkan kondisi di wilayah tersebut sebagai “bencana kemanusiaan yang berada di luar imajinasi manusia”.

Pernyataan Wadephul muncul usai dirinya melakukan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya diplomatik Jerman dalam mendorong deeskalasi kekerasan sekaligus meningkatkan akses kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza.

Advertisement

“Saya melihat sendiri laporan-laporan yang menggambarkan penderitaan warga Gaza yang luar biasa. Pria, wanita, dan anak-anak sekarat setiap hari hanya karena mereka tidak memiliki cukup makanan atau akses ke bantuan medis. Ini bukan hanya tragedi regional — ini adalah kegagalan kemanusiaan global,” ujar Wadephul di hadapan media, sebagaimana dilaporkan AFP dan sejumlah media Eropa lainnya.

BACA JUGA:  Berdikari Pasca 50 Tahun Diembargo, Energi Raksasa Iran Teknologi Turbin Gas F-Class MGT-75

Ia menegaskan bahwa Jerman, sebagai salah satu mitra utama Israel di Eropa, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan peringatan keras. Wadephul menyebut bahwa pengiriman bantuan lewat udara saja tidak cukup untuk menjawab skala krisis yang terjadi. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah pembukaan jalur darat yang cepat, aman, dan mencukupi agar bantuan dapat menjangkau warga Gaza secara langsung dan efisien.

Dalam kesempatan yang sama, Menlu Wadephul juga memberikan peringatan diplomatik yang serius. Ia menyatakan bahwa Israel sedang menghadapi risiko besar berupa isolasi internasional, terutama jika tidak ada perubahan nyata dalam kebijakan mereka terhadap wilayah Palestina.

“Semakin lama konflik ini berlangsung tanpa solusi, semakin besar pula ancaman terhadap posisi internasional Israel. Dunia mulai kehilangan kesabaran, dan citra Israel di panggung global berada dalam tekanan yang sangat berat,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya agar pemerintah Israel tidak melanjutkan langkah-langkah seperti pengusiran penduduk Palestina secara paksa ataupun upaya aneksasi wilayah yang secara hukum masih disengketakan.

BACA JUGA:  Persiapan Prosesi Pemakaman Akbar Ayatollah Ali Khamenei

Wadephul menegaskan bahwa posisi Jerman tetap teguh pada prinsip dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan antara Israel dan Palestina. Namun, dia menolak ide pengakuan sepihak terhadap negara Palestina saat ini, dengan alasan bahwa pengakuan semacam itu hanya akan efektif jika merupakan bagian dari kesepakatan damai yang dinegosiasikan bersama.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Jerman mengumumkan tambahan bantuan sebesar €5 juta (sekitar Rp90 miliar) untuk mendukung operasi pangan dan kemanusiaan di Gaza, termasuk melalui Program Pangan Dunia (WFP). Dana ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga sipil, serta mendirikan rumah sakit darurat di Gaza utara, di mana sistem layanan kesehatan saat ini hampir sepenuhnya lumpuh akibat perang.

Jerman juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pengiriman bantuan melalui udara dan darat dari wilayah Yordania. Pesawat militer Jerman, dalam koordinasi dengan organisasi bantuan internasional, akan digunakan untuk mempercepat proses distribusi logistik ke Gaza.

Advertisement

Desa Israel
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.