Advertisement
GazanaPublika.com, Washington – Pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami shutdown setelah Senat gagal mencapai kesepakatan mengenai rancangan anggaran belanja tahunan pada Selasa (30/9/2025) malam waktu setempat. Kegagalan ini membuat sebagian besar lembaga federal harus menghentikan sementara operasionalnya.
Gedung Putih langsung mengarahkan tudingan kepada Partai Demokrat. Melalui laman resminya, bahkan dipasang hitungan waktu yang menandai dimulainya penutupan pemerintah dengan tulisan mencolok: “Democrats Have Shut Down the Government” atau “Partai Demokrat Telah Menutup Pemerintahan”.
Advertisement
Menurut laporan CNN, kedua partai besar di Kongres, Republik dan Demokrat, kini saling menyalahkan atas situasi buntu yang menyebabkan macetnya roda pemerintahan.
Suara Tidak Mencukupi
Pemungutan suara di Senat berakhir dengan 55 anggota menyatakan setuju dan 45 menolak. Namun hasil itu tetap gagal meloloskan rancangan undang-undang pendanaan, karena aturan menetapkan sedikitnya 60 suara sebagai ambang batas persetujuan.
Masalah utama dalam perdebatan ini adalah soal kelanjutan subsidi layanan kesehatan dalam kerangka Affordable Care Act (ACA). Demokrat mendesak agar dana bantuan tersebut diperpanjang, sementara Partai Republik menolak keras. Bagi Republik, rancangan anggaran harus lolos tanpa tambahan syarat yang mereka anggap sebagai “tumpangan politik”.
Saling Tuding
Pasca kegagalan itu, para pemimpin Republik menyalahkan Demokrat karena dianggap tidak berkompromi dan membiarkan pemerintah terhenti. Ketua DPR Mike Johnson bahkan menuding Demokrat lebih mementingkan isu imigrasi dibanding kepentingan rakyat.
“Demokrat secara resmi menutup pemerintah federal. Mereka memilih membela imigran ilegal dan mengabaikan rakyat Amerika yang bekerja keras,” tulis Johnson dalam akun X (Twitter).
Namun kubu Demokrat balik menyerang. Mantan Wakil Presiden Kamala Harris menegaskan bahwa seluruh lembaga pemerintahan saat ini dikuasai Partai Republik, sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan mereka.
“Biar saya perjelas, Partai Republik menguasai Gedung Putih, DPR, dan Senat. Maka ini adalah shutdown mereka,” ujar Harris.
Dampak Shutdown
Kondisi government shutdown berarti sebagian instansi federal tidak lagi memiliki dana sah untuk menjalankan kegiatan operasional. Tahun fiskal AS sendiri berakhir setiap 30 September tengah malam, sehingga tanpa persetujuan Kongres, alokasi anggaran otomatis berhenti.
Sejumlah konsekuensi langsung dari shutdown adalah penutupan sebagian kantor layanan publik, museum, hingga taman nasional. Pegawai federal non-esensial pun dirumahkan sementara tanpa menerima gaji. Situasi ini berpotensi semakin menekan perekonomian jika kebuntuan berlangsung lama.
Advertisement
