Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Shutdown Pemerintahan AS: Gedung Putih Tuding Demokrat Jadi Biang Keladi Kebuntuan Anggaran

Shutdown Pemerintahan AS: Gedung Putih Tuding Demokrat Jadi Biang Keladi Kebuntuan Anggaran

Internasional Rabu, 1 Oktober 2025 22:06 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Washington – Pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami shutdown setelah Senat gagal mencapai kesepakatan mengenai rancangan anggaran belanja tahunan pada Selasa (30/9/2025) malam waktu setempat. Kegagalan ini membuat sebagian besar lembaga federal harus menghentikan sementara operasionalnya.

Gedung Putih langsung mengarahkan tudingan kepada Partai Demokrat. Melalui laman resminya, bahkan dipasang hitungan waktu yang menandai dimulainya penutupan pemerintah dengan tulisan mencolok: “Democrats Have Shut Down the Government” atau “Partai Demokrat Telah Menutup Pemerintahan”.

Advertisement

Menurut laporan CNN, kedua partai besar di Kongres, Republik dan Demokrat, kini saling menyalahkan atas situasi buntu yang menyebabkan macetnya roda pemerintahan.

Suara Tidak Mencukupi

Pemungutan suara di Senat berakhir dengan 55 anggota menyatakan setuju dan 45 menolak. Namun hasil itu tetap gagal meloloskan rancangan undang-undang pendanaan, karena aturan menetapkan sedikitnya 60 suara sebagai ambang batas persetujuan.

BACA JUGA:  Berdikari Pasca 50 Tahun Diembargo, Energi Raksasa Iran Teknologi Turbin Gas F-Class MGT-75

Masalah utama dalam perdebatan ini adalah soal kelanjutan subsidi layanan kesehatan dalam kerangka Affordable Care Act (ACA). Demokrat mendesak agar dana bantuan tersebut diperpanjang, sementara Partai Republik menolak keras. Bagi Republik, rancangan anggaran harus lolos tanpa tambahan syarat yang mereka anggap sebagai “tumpangan politik”.

Saling Tuding

Pasca kegagalan itu, para pemimpin Republik menyalahkan Demokrat karena dianggap tidak berkompromi dan membiarkan pemerintah terhenti. Ketua DPR Mike Johnson bahkan menuding Demokrat lebih mementingkan isu imigrasi dibanding kepentingan rakyat.

“Demokrat secara resmi menutup pemerintah federal. Mereka memilih membela imigran ilegal dan mengabaikan rakyat Amerika yang bekerja keras,” tulis Johnson dalam akun X (Twitter).

BACA JUGA:  Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

Namun kubu Demokrat balik menyerang. Mantan Wakil Presiden Kamala Harris menegaskan bahwa seluruh lembaga pemerintahan saat ini dikuasai Partai Republik, sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan mereka.

“Biar saya perjelas, Partai Republik menguasai Gedung Putih, DPR, dan Senat. Maka ini adalah shutdown mereka,” ujar Harris.

Dampak Shutdown

Kondisi government shutdown berarti sebagian instansi federal tidak lagi memiliki dana sah untuk menjalankan kegiatan operasional. Tahun fiskal AS sendiri berakhir setiap 30 September tengah malam, sehingga tanpa persetujuan Kongres, alokasi anggaran otomatis berhenti.

Sejumlah konsekuensi langsung dari shutdown adalah penutupan sebagian kantor layanan publik, museum, hingga taman nasional. Pegawai federal non-esensial pun dirumahkan sementara tanpa menerima gaji. Situasi ini berpotensi semakin menekan perekonomian jika kebuntuan berlangsung lama.

Advertisement

amerika serikat
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.