Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sanae Takaichi Jadi Pemimpin LDP, Siap Jadi PM Perempuan Pertama Jepang

Sanae Takaichi Jadi Pemimpin LDP, Siap Jadi PM Perempuan Pertama Jepang

Internasional Minggu, 5 Oktober 2025 0:14 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GAZANAPUBLIKA.COM, Tokyo – Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai pemimpin baru Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Sabtu (4/10/2025), menempatkannya di jalur kuat untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Jepang.

Politikus berusia 64 tahun yang dikenal berhaluan konservatif garis keras ini memenangkan pemilihan putaran kedua melawan Shinjiro Koizumi (44), putra mantan perdana menteri Junichiro Koizumi. Kemenangan ini menandai langkah besar bagi LDP yang tengah berupaya memulihkan popularitasnya di tengah munculnya kelompok politik baru berhaluan anti-imigrasi.

Advertisement

Menurut laporan AFP, parlemen Jepang hampir pasti akan menyetujui pencalonan Takaichi sebagai perdana menteri pekan depan, tepatnya pada 13 Oktober 2025, menjadikannya PM kelima Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

‘Thatcher dari Jepang’ dan Tantangan di Depan

Dikenal sebagai pengagum mantan PM Inggris Margaret Thatcher, Takaichi berjanji akan memimpin Jepang dengan “disiplin dan tekad kuat” untuk membangkitkan kembali ekonomi serta memperkuat posisi negara di panggung global.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Dalam pidato kemenangannya, ia menegaskan prioritasnya untuk meningkatkan investasi, menangani krisis demografi, serta menghadapi ketegangan geopolitik di Asia Timur.

“Jepang membutuhkan keberanian dan arah baru. Saya akan bekerja untuk memastikan bahwa negara ini tetap aman, kuat, dan sejahtera bagi generasi mendatang,” ujar Takaichi di markas besar LDP di Tokyo.

Takaichi juga dihadapkan pada tantangan besar: populasi yang menua, ekonomi stagnan, serta kekhawatiran publik terhadap kebijakan imigrasi yang semakin sensitif di kalangan pemilih konservatif.

Kemenangan Takaichi datang di saat LDP menghadapi krisis kepercayaan publik. Pemerintahan sebelumnya di bawah Perdana Menteri Shigeru Ishiba kehilangan mayoritas di kedua majelis parlemen dan gagal mempertahankan stabilitas koalisi. Ishiba pun akhirnya mundur setelah hanya setahun menjabat.

BACA JUGA:  Kunjungan Perdana Xi Jinping ke Pyongyang: Disambut Karpet Merah oleh Kim Jong Un dan Istri

Para pengamat politik menilai kepemimpinan Takaichi akan menentukan arah masa depan partai yang telah berkuasa hampir tanpa henti sejak 1955 itu.

“Dia harus menyeimbangkan antara agenda reformasi ekonomi dan tekanan dari faksi konservatif yang menolak perubahan sosial besar, terutama dalam isu imigrasi dan peran gender,” tulis analis politik Universitas Waseda, Hiroshi Takayama.

Jika disetujui oleh parlemen, Takaichi tidak hanya akan mencatat sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang, tetapi juga menjadi simbol perubahan dalam politik yang selama ini didominasi laki-laki.

Meski begitu, banyak kalangan menilai keberhasilan Takaichi dalam memimpin LDP dan negara akan sangat bergantung pada kemampuannya membangun konsensus internal di tengah partai yang terpecah.

“Saya tidak memimpin untuk menjadi simbol, tetapi untuk memastikan bahwa Jepang memiliki masa depan yang kuat,” kata Takaichi menutup pidatonya dengan nada tegas.

Advertisement

Jepang perdana menteri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.