Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Trump Siap Akhiri Perang Iran Meski Selat Hormuz Tetap Tertutup, Pasar Merespons Positif

Trump Siap Akhiri Perang Iran Meski Selat Hormuz Tetap Tertutup, Pasar Merespons Positif

Internasional Selasa, 31 Maret 2026 19:00 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Presiden Donald Trump dilaporkan menyatakan kesediaannya untuk mengakhiri operasi militer terhadap Iran meskipun Strait of Hormuz masih belum kembali dibuka sepenuhnya.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal dan dikutip oleh Reuters pada Selasa (31/3/2026). Menurut sejumlah pejabat pemerintahan yang dikutip, Trump menilai operasi militer untuk membuka kembali Selat Hormuz berpotensi memperluas konflik melampaui target waktu empat hingga enam minggu yang telah ditetapkannya.

Advertisement

Sejumlah sumber menyebut bahwa opsi militer tetap tersedia, namun bukan menjadi prioritas utama saat ini. Fokus Washington disebut diarahkan pada upaya melumpuhkan kekuatan angkatan laut Iran dan infrastruktur rudalnya, sebelum kemudian menekan Iran melalui jalur diplomatik agar membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

BACA JUGA:  Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Jika pendekatan diplomatik tidak membuahkan hasil, pemerintah AS disebut akan mendorong sekutu-sekutunya di Eropa dan kawasan Teluk untuk mengambil peran dalam membuka kembali selat yang menjadi jalur sekitar 20% perdagangan minyak global dan seperempat pasokan gas dunia.

Pasar keuangan merespons laporan ini secara positif. Harga minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 1,3% ke level US$106,04 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,7% menjadi US$102,22 per barel. Penurunan ini mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang yang lebih luas.

Sentimen serupa juga terlihat di bursa Asia. Indeks Hang Seng Index menguat 0,5% ke posisi 24.869,71, sedangkan indeks komposit Shanghai Composite naik 0,3% menjadi 3.935,05.

BACA JUGA:  Ketegangan Memanas di Timur Tengah: Serangan Udara Amerika Serikat di Iran Tewaskan 14 Orang pada Hari Kedua

Sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan ancaman keras dengan menyebut kemungkinan penghancuran Pulau Kharg—pusat ekspor utama minyak Iran—jika kesepakatan damai gagal tercapai. Namun pada hari yang sama, ia juga menyatakan bahwa pejabat AS tengah berbicara dengan “rezim yang lebih masuk akal” di Teheran.

Pihak Iran membantah adanya negosiasi tersebut dan menuduh Washington menggunakan narasi diplomasi sebagai kedok untuk mempersiapkan kemungkinan invasi darat.

Para analis pasar memperingatkan bahwa apabila konflik berubah menjadi operasi darat skala penuh atau memicu pembalasan regional yang lebih luas, harga minyak berpotensi melonjak ke level tertinggi sejak 2008, ketika Brent hampir menyentuh US$150 per barel.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.