Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Netanyahu Tegaskan Tak Ada Gencatan Senjata, Serang Terus Hezbollah

Netanyahu Tegaskan Tak Ada Gencatan Senjata, Serang Terus Hezbollah

Internasional Jumat, 10 April 2026 21:32 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada gencatan senjata yang berlaku di Lebanon, seraya memastikan operasi militer terhadap Hezbollah akan terus dilanjutkan dengan kekuatan penuh. Pernyataan keras itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan internasional dan upaya diplomatik yang tengah dirintis Amerika Serikat untuk meredam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Netanyahu menyebut serangan militer Israel tidak akan dihentikan sampai keamanan wilayah utara Israel benar-benar dipulihkan. “Tidak ada gencatan senjata di Lebanon,” tegasnya dalam pernyataan resmi, beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar pendekatan Israel terhadap Lebanon dilakukan dengan lebih “tenang” dan tidak memperkeruh situasi.

Advertisement

Di tengah ketegangan tersebut, Netanyahu juga mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah diinstruksikan untuk segera membuka negosiasi langsung dengan Lebanon. Pembicaraan itu, menurutnya, akan berfokus pada perlucutan senjata Hezbollah serta pembentukan hubungan damai dengan Beirut.

BACA JUGA:  Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Namun, pemerintah Lebanon memberikan respons tegas dengan menekankan bahwa gencatan senjata harus terlebih dahulu disepakati sebelum pembicaraan apa pun dimulai. Sikap ini memperlihatkan masih lebarnya jarak diplomatik antara kedua pihak di tengah konflik yang terus memakan korban sipil.

Dalam 24 jam pertama setelah pengumuman gencatan senjata perang Iran pada Selasa malam, serangan udara Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 200 hingga 300 orang, dengan sejumlah laporan menyebut angka korban terus bertambah. Pengeboman tersebut disebut melibatkan penggunaan amunisi berat di kawasan padat penduduk, memicu kecaman keras dari Komite Internasional Palang Merah dan berbagai organisasi kemanusiaan dunia.

Serangan itu juga dinilai mengancam keberlangsungan proses diplomatik yang lebih luas di kawasan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negosiasi menjadi tidak bermakna selama Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon. Pernyataan tersebut menempatkan pembicaraan Amerika Serikat–Iran yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada Sabtu dalam posisi yang semakin tidak pasti.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan meninggalkan rakyat Lebanon. Sebelumnya, Teheran juga mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas eskalasi serangan Israel, meski jalur strategis itu sebelumnya disepakati untuk dibuka selama dua pekan masa gencatan senjata.

Di sisi lain, laporan diplomatik menyebut Pakistan berperan dalam menahan Iran agar tidak memberikan respons militer yang lebih keras. Langkah itu disebut dilakukan demi menjaga peluang tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas di kawasan, sekaligus mencegah konflik regional berubah menjadi perang terbuka yang lebih besar.

Konflik yang terus membara di Lebanon kini menjadi ujian serius bagi upaya perdamaian Timur Tengah. Di satu sisi, jalur negosiasi mulai dibuka, namun di sisi lain suara ledakan dan jatuhnya korban sipil terus memperlihatkan bahwa perdamaian masih jauh dari kenyataan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Wakapolda Banten Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

Polda Metro Panggil Dandhy Laksono 27 Oktober, Kasus Film ‘Pesta Babi’ Masih Tahap Penyelidikan

Kapolri Ungkap 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 22 Perusahaan Terafiliasi Asing Diselidiki

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version