Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » WHO Tetapkan Wabah Mpox sebagai Darurat Kesehatan Global

WHO Tetapkan Wabah Mpox sebagai Darurat Kesehatan Global

Internasional Kamis, 15 Agustus 2024 14:45 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Popmama.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan wabah Mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam rilis resmi yang diterbitkan pada Rabu (14/8/2024) di situs WHO.

Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi dari Komite Darurat Regulasi Kesehatan Internasional (IHR), yang terdiri dari para ahli kesehatan global yang telah mengevaluasi data yang diterima dari WHO serta negara-negara terdampak. Komite tersebut menyatakan bahwa penyebaran Mpox semakin meluas di wilayah Afrika, terutama di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo), dan berpotensi menyebar ke luar benua Afrika.

Advertisement

Dalam pernyataannya, Dr. Tedros menegaskan pentingnya respons internasional yang terkoordinasi untuk menghentikan wabah tersebut dan menyelamatkan nyawa. “Penyebaran cepat Mpox di bagian timur Kongo, serta laporan kasus baru di beberapa negara tetangga, sangat memprihatinkan. Jelas bahwa kita membutuhkan tanggapan global yang terorganisir untuk mengatasi wabah ini,” ujar Dr. Tedros.

BACA JUGA:  Bikin Pilot AS Syok, Drone Iran Bentuk Formasi Misterius 'Ubur-ubur' di Udara

Lonjakan Kasus Mpox di Afrika

Mpox, yang juga dikenal sebagai virus cacar monyet, adalah penyakit zoonosis yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia. Wabah Mpox telah menjadi perhatian khusus di Afrika, terutama di RD Kongo, di mana penyakit ini telah dilaporkan selama lebih dari satu dekade. Pada tahun ini, jumlah kasus yang dilaporkan di RD Kongo meningkat secara drastis, dengan lebih dari 15.600 kasus dan 537 kematian, melampaui angka kasus tahun lalu.

Wabah Mpox kali ini tampaknya lebih berbahaya karena melibatkan jenis baru virus dengan subklade 1b, yang dilaporkan menyebar melalui kontak seksual. Jenis virus ini juga telah terdeteksi di beberapa negara lain yang sebelumnya belum pernah terkena dampak Mpox, termasuk Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda. WHO mencatat bahwa lebih dari 100 kasus dari subklade ini telah dikonfirmasi di negara-negara tersebut.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Upaya Penanggulangan WHO

Untuk menanggulangi penyebaran Mpox, WHO telah memperluas kerjasama dengan berbagai negara dan produsen vaksin. Organisasi ini juga mengalokasikan dana sebesar 15 juta dolar AS atau sekitar 234 miliar rupiah untuk mendukung upaya pengawasan, kesiapsiagaan, dan penanganan wabah di negara-negara yang terdampak.

Dengan langkah-langkah ini, WHO berharap dapat mengendalikan penyebaran Mpox dan mencegah terjadinya krisis kesehatan global yang lebih besar. Upaya ini mencakup peningkatan akses ke vaksin dan perawatan bagi populasi yang berisiko, serta edukasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Sumber: Kompas.com

Advertisement

Kesehatan
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.