Advertisement
GazanaPublika.com – Perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki hari ke-906, dengan eskalasi yang semakin meningkat di berbagai wilayah. Militer Ukraina melaporkan pergerakan drone Rusia di empat wilayah pada pukul 01.00 waktu setempat, setelah sebelumnya melaporkan serangan drone yang berlangsung tengah malam.
Pokrovsk dalam Ancaman, Evakuasi Warga Dipercepat
Advertisement
Di kota Pokrovsk, Ukraina timur, otoritas militer mendesak warga sipil untuk segera meninggalkan kota tersebut. Pada Jumat (16/8/2024), mereka memperingatkan bahwa pasukan Rusia semakin mendekat, membuat situasi di kota itu semakin kritis. Pokrovsk merupakan salah satu benteng pertahanan utama dan pusat logistik di wilayah Donetsk. Jika kota ini jatuh ke tangan Rusia, rute pasokan dan pertahanan Ukraina di wilayah tersebut akan sangat terganggu.
“Dengan berlalunya setiap hari, semakin sedikit waktu untuk mengumpulkan barang-barang pribadi dan pergi ke daerah yang lebih aman,” tulis otoritas setempat di Telegram.
Ukraina Tidak Berniat Rebut Kursk, Fokus untuk Desak Perdamaian
Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, menegaskan bahwa serangan Ukraina di wilayah Kursk bukan bertujuan untuk merebut wilayah tersebut dari Rusia, melainkan untuk mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin agar mau berdamai. Menurut Podolyak, Ukraina terpaksa menggunakan kekuatan militer untuk membobol pertahanan Rusia di Kursk demi mencapai perdamaian yang adil.
“Di wilayah Kursk, kita melihat dengan jelas bagaimana alat militer digunakan untuk meyakinkan Federasi Rusia agar memasuki proses perundingan yang adil,” ungkapnya.
Ukraina Klaim Kemajuan di Kursk, Rusia dalam Kepanikan
Kepala Angkatan Darat Ukraina, Oleksandr Syrskyi, melaporkan bahwa pasukan Kyiv telah maju antara satu hingga tiga kilometer di wilayah Kursk, Rusia. Ukraina mengklaim telah menguasai 82 permukiman di wilayah seluas 1.150 km² setelah melancarkan serangan lintas perbatasan besar-besaran pada 6 Agustus lalu. Di wilayah Malaya Loknya, sekitar 11,5 km dari perbatasan Ukraina, pertempuran masih terus berlangsung.
Sementara itu, Rusia dilaporkan panik menghadapi serangan ini. Pasukan Ukraina berhasil menutup sebagian besar wilayah distrik Glushovsky di Kursk, menjebak pasukan Rusia setelah meledakkan dua jembatan penting di sungai Seim. Hal ini mempersulit upaya evakuasi warga sipil, yang kini terhambat akibat penghancuran jembatan tersebut.
Meskipun Berdamai, Rusia Tetap Kena Sanksi Barat
Di sisi lain, Dmitry Birichevsky, kepala departemen kerja sama ekonomi di Kementerian Luar Negeri Rusia, berpendapat bahwa meskipun ada perdamaian dengan Ukraina, sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia akan tetap berlaku selama beberapa dekade. Birichevsky menyebut sanksi ini sebagai dalih yang digunakan oleh Barat untuk terus menekan Rusia, dan tidak akan berakhir meskipun konflik di Ukraina terselesaikan.
“Ini adalah cerita untuk beberapa dekade mendatang. Apa pun perkembangan dan hasil dari penyelesaian damai di Ukraina, itu sebenarnya hanya dalih,” katanya.
Perang ini, yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun, terus memakan korban di kedua belah pihak dan menyebabkan ketidakstabilan di wilayah tersebut. Sementara upaya perdamaian masih terus dicari, baik Ukraina maupun Rusia tetap bersikeras pada posisi masing-masing, membuat prospek akhir konflik ini masih jauh dari jangkauan.
Sumber: TribunNews.com
Advertisement
