Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Indonesia dikabarkan bergabung sebagai negara partner dalam aliansi BRICS, yang dipimpin oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Status baru ini diungkap usai digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober.
Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan bahwa BRICS kini memiliki 13 negara partner baru, termasuk Indonesia. “BRICS secara resmi menambah 13 negara baru ke aliansi sebagai negara partner (bukan anggota penuh),” tulis akun tersebut pada Kamis (24/10). Selain Indonesia, negara-negara partner lainnya adalah Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.
Advertisement
Sejak berdirinya, aliansi ekonomi ini awalnya hanya terdiri dari empat negara, yakni Brasil, Rusia, India, dan China, yang dikenal dengan istilah BRIC. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Jim O’Neill dari Goldman Sachs pada 2001, yang meramalkan bahwa perekonomian negara-negara ini akan menyaingi negara G7.
Setahun setelah berdiri secara resmi pada 2009, Afrika Selatan bergabung atas undangan China, mengubah nama aliansi ini menjadi BRICS. Hingga 2023, selain lima negara awal, BRICS juga telah menerima anggota baru, termasuk Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Ethiopia.
Sebagai negara dengan hubungan ekonomi yang kuat dengan beberapa negara BRICS, Indonesia turut hadir sebagai undangan dalam KTT dan kini berstatus sebagai partner resmi.
Sumber: CNNIndonesia.com
Advertisement
