Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » China dan Rusia Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza

China dan Rusia Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza

Internasional Jumat, 17 Januari 2025 21:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com –  Pemerintah China di bawah Presiden Xi Jinping dan Rusia yang dipimpin Presiden Vladimir Putin memberikan tanggapan positif atas kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Kesepakatan ini diumumkan secara resmi oleh mediator Qatar pada Rabu lalu, dengan rencana penerapan mulai Minggu, 19 Oktober. Namun, kabinet Israel masih harus melakukan pemungutan suara pada Jumat, 17 Januari 2025, di tengah ancaman mundur dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

China menyatakan dukungan penuh terhadap kesepakatan tersebut. “Kami berharap perjanjian gencatan senjata ini dapat diterapkan secara penuh dan berkelanjutan,” ujar Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, sebagaimana dilaporkan oleh Global Times. Ia menambahkan bahwa sejak awal konflik, China telah mendesak penghentian pertempuran, perlindungan warga sipil, dan peningkatan bantuan kemanusiaan. Beijing juga berkomitmen untuk terus memberikan bantuan ke Gaza dan berkontribusi pada rekonstruksi pascaperang.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Advertisement

Guo menekankan bahwa gencatan senjata ini merupakan kesempatan untuk meredakan ketegangan di kawasan dan mendukung upaya internasional dalam menciptakan perdamaian serta stabilitas jangka panjang di Timur Tengah.

Sementara itu, Rusia juga menyambut baik kesepakatan ini, meskipun tetap waspada terhadap kemungkinan kendala dalam pelaksanaannya. Kremlin menyatakan harapan agar gencatan senjata ini dapat menjadi landasan bagi stabilisasi jangka panjang dan penyelesaian politik yang menyeluruh antara Israel dan Palestina.

“Setiap upaya yang mengakhiri penderitaan warga Gaza dan meningkatkan keamanan Israel patut diapresiasi,” kata Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Putin, kepada wartawan. Namun, ia menambahkan, “Kita perlu menunggu hingga proses ini benar-benar selesai.”

BACA JUGA:  Ketegangan Memanas di Timur Tengah: Serangan Udara Amerika Serikat di Iran Tewaskan 14 Orang pada Hari Kedua

Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, menggambarkan kesepakatan ini sebagai langkah signifikan menuju stabilisasi di kawasan. Ia juga menyuarakan harapan agar hal ini menjadi dasar bagi pembentukan proses perdamaian Palestina-Israel yang lebih komprehensif.

Kesepakatan ini dicapai setelah mediasi panjang yang melibatkan Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat. Konflik di Gaza telah berlangsung selama 15 bulan terakhir, menyebabkan lebih dari 46.000 korban jiwa. Tahapan pertama gencatan senjata mencakup penghentian pertempuran, penarikan pasukan Israel, pertukaran sandera dan tahanan, serta masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza. Fase kedua dan ketiga dari perjanjian ini masih dirumuskan lebih lanjut.

Advertisement

China Hamas Israel Rusia
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Berita Utama

Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

BERITA TERBARU

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version