Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Rencana Relokasi Gaza Picu Gelombang Penolakan Global, Negara Afrika Timur Tegaskan Penolakan

Rencana Relokasi Gaza Picu Gelombang Penolakan Global, Negara Afrika Timur Tegaskan Penolakan

Internasional Minggu, 16 Maret 2025 12:32 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Washington DC — Sebuah proposal kontroversial yang digagas mantan Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Jalur Gaza ke tiga wilayah di Afrika Timur memicu reaksi keras dari pemerintah setempat dan komunitas internasional. Sudan, Somalia, dan Somaliland secara tegas menyatakan penolakan atau mengklaim tidak pernah terlibat dalam pembicaraan tersebut, meski sumber anonim AS dan Israel mengaku telah melakukan pendekatan. “Kami menolak menjadi bagian dari skema kolonial modern yang mengorbankan hak rakyat Palestina,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Sudan dalam pernyataan resmi, dikutip dari Associated Press.

Rencana tersebut, yang disebut sebagai “visi berani” oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dianggap oleh banyak pihak sebagai upaya pemindahan paksa yang melanggar hukum humaniter internasional. “Ini bukan solusi, melainkan pengulangan tragedi kemanusiaan seperti Nakba 1948,” kata Amal Hassan, aktivis HAM asal Gaza, dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera.

BACA JUGA:  Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

Advertisement

Menurut dokumen rahasia yang bocor ke media lokal Somalia, AS dan Israel disebut menawarkan paket insentif senilai miliaran dolar, termasuk pembangunan infrastruktur dan dukungan militer, sebagai imbalan kesediaan menerima pengungsi Palestina. Namun, Perdana Menteri Somalia Mohamed Hussein Roble membantah keras: “Tidak ada pemerintahan yang sah akan menukar kedaulatan dengan uang. Somalia bukan pasar loak!” (The East African).

Di Somaliland, wilayah yang memproklamirkan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, situasinya lebih rumit. Seorang pejabat anonim mengungkapkan kepada Reuters bahwa “ada pembicaraan informal, tetapi tidak serius.” Namun, pemerintah setempat menampik: “Somaliland berkomitmen pada perdamaian global, bukan eksperimen geopolitik yang berisiko,” tegas Menteri Luar Negeri Somaliland, Essa Kayd.

Di tengah gelombang penolakan, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich justru mempertegas komitmennya. “Kami sedang menyiapkan departemen khusus untuk memfasilitasi emigrasi sukarela. Ini demi masa depan yang lebih baik bagi semua pihak,” ujarnya dalam konferensi pers di Tel Aviv, dikutip dari Haaretz. Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh Liga Arab sebagai “bahaya bagi stabilitas regional.”

BACA JUGA:  Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Analis politik dari think tank Afrika, Tunde Okoye, memperingatkan bahwa rencana ini bisa memicu ketegangan baru. “Mengorbankan Afrika sebagai ‘tempat sampah’ geopolitik adalah penghinaan terhadap kemanusiaan. Ini akan memperkuat gerakan anti-Barat di seluruh benua,” paparnya dalam wawancara dengan BBC Africa.

Sementara itu, warga Gaza terus menggelar aksi protes. “Kami tidak akan pergi. Gaza adalah rumah kami, dan kami akan mati untuknya,” seru Mahmoud Abbas, seorang guru di Khan Younis, dikutip dari The New Arab.

Gedung Putih hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi, tetapi sumber internal menyebut Trump “masih yakin visinya bisa direalisasikan.” Namun, dengan penolakan yang semakin masif, rencana ini diprediksi akan mentah sebelum matang—sebuah mimpi ultranasionalis yang mungkin tetap terpendam dalam arsip sejarah.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version