Advertisement
GazanaPublika.com, Vatikan — Gereja Katolik Roma resmi memiliki pemimpin baru. Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus dan memilih nama Leo XIV, menjadi Paus ke-267 sekaligus Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Pengumuman ini disambut gegap gempita ribuan umat Katolik yang memadati Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada Kamis sore waktu Vatikan, menandakan bahwa para kardinal telah mencapai konsensus dalam konklaf yang diadakan secara tertutup. Tercatat sebanyak 133 kardinal berhak pilih mengambil bagian dalam proses pemungutan suara yang dimulai sejak Rabu (7/5/2026).
Advertisement
Sebelum pemilihan, muncul tanda-tanda tak biasa yang ditafsirkan sebagai pertanda, yaitu kemunculan bayi burung camar di sekitar area Vatikan. Momen langka itu menarik perhatian publik dan dikaitkan oleh sebagian umat sebagai simbol kedamaian dan awal baru bagi Gereja.
Pemilihan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama dan pagi hari kedua, dua kali asap hitam mengepul dari cerobong, menandakan belum tercapainya suara mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan. Namun pada Kamis sore, setelah makan siang di Wisma Santa Marta, tempat para kardinal menginap, voting terakhir menghasilkan nama yang telah lama dinantikan.
Sesaat setelah nama Leo XIV diumumkan, Paus baru tampil di balkon utama Basilika Santo Petrus dan menyapa ribuan umat yang menantinya. Dalam pidato singkatnya, ia menyampaikan berkat pertamanya kepada dunia sebagai Pontifex Maximus, pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Paus Leo XIV menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang wafat dalam usia 88 tahun. Terpilihnya Leo XIV menandai babak baru dalam sejarah Gereja, tidak hanya karena asal negaranya, tetapi juga karena ia dipandang sebagai tokoh dengan semangat pembaruan namun tetap berakar kuat pada tradisi.
Pemilihan ini sekali lagi menegaskan pentingnya ritual kuno konklaf yang tetap dijaga dengan ketat dan sakral. Kini, dunia menanti arah kepemimpinan baru dari Vatikan di bawah komando Paus Leo XIV.
Advertisement
