Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu global terkait hak asasi manusia (HAM). Dalam forum internasional di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Wilson menyuarakan berbagai persoalan serius yang melanda banyak negara di dunia—mulai dari pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killing), penyiksaan, pengasingan tanpa dasar, hingga pembiaran terhadap kesengsaraan massal oleh rezim penguasa maupun kelompok bersenjata.
Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis, yang juga jurnalis senior, menilai kehadiran dan isi pidato Wilson Lalengke di forum tersebut sangat bermakna.
Advertisement
“Meskipun waktu yang diberikan panitia sangat singkat, Wilson berhasil menyampaikan pesan substantif dengan cara yang arif, elegan, dan menyentuh nurani kemanusiaan. Ia berbicara tidak hanya untuk satu bangsa, tetapi atas nama seluruh umat manusia yang menjadi korban konflik dan kekerasan di berbagai belahan dunia,” ujar Damai Hari Lubis atau akrab disapa Bung DHL, Rabu, 22 Oktober 2025.
Sebagaimana ramai diberitakan media nasional dan internasional, Wilson Lalengke hadir sebagai salah satu petisioner dalam Konferensi Komite Keempat (Fourth Committee) PBB yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2025 di New York, Amerika Serikat. Dalam pidatonya pada 8 Oktober, Wilson menyoroti konflik berkepanjangan antara Maroko dan Aljazair terkait dukungan terhadap Kelompok Polisario, yang berimbas pada penderitaan panjang masyarakat Sahrawi di kawasan Sahara.
Konflik tersebut telah menyebabkan sekitar 170.000 orang hidup sebagai pengungsi di kamp-kamp Tindouf, Aljazair, di tengah kondisi gurun yang keras. Para pengungsi itu menghadapi kekurangan pangan, keterbatasan air bersih, minimnya fasilitas kesehatan, dan sulitnya akses pendidikan yang layak.
Wilson menegaskan bahwa PBB sebagai lembaga dunia yang memiliki data lengkap mengenai pelanggaran HAM global tidak boleh berhenti pada pengumpulan dokumen semata.
“PBB harus bertindak nyata, proaktif membantu korban, dan mencegah bertambahnya korban dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender dan penahanan sewenang-wenang,” ujar Bung DHL yang juga dikenal sebagai Pengamat KUHP dan Ketua KORLABI.
Apa pun hasilnya kelak, Wilson Lalengke telah menunjukkan sikap moral dan tanggung jawab kebangsaan. Ia mewakili suara rakyat Indonesia—bahkan dunia—dengan menyerukan agar PBB lebih fokus dan intensif dalam menangani serta mencegah berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh penguasa maupun akibat kelalaian negara-negara di dunia.
Sumber: YouTube – Wilson Lalengke di Konferensi Komite Keempat PBB, New York
Advertisement
