Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ray Rangkuti Kritik Jika Kekuasaan Ujung-ujungnya Semua Koalisi

Ray Rangkuti Kritik Jika Kekuasaan Ujung-ujungnya Semua Koalisi

Nasional Minggu, 14 April 2024 20:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ray Rangkuti (sumber: antaranews.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Ray Rangkuti, seorang pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, mengkritisi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, yang menyatakan bahwa tidak ada lagi kebutuhan untuk adanya oposisi.

“Entah apa dasar pemikirannya. Pemilu dilaksanakan salah satu tujuannya agar jelas mana yang berkuasa dan mana yang oposisi,” ujar Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com pada Minggu (14/4/2024).

Advertisement

Menurut Ray, jika semua partai politik akhirnya bergabung dalam koalisi pemerintahan, maka pemilu tidak lagi memiliki arti yang penting.

“Kalau semuanya masuk kekuasaan, ya buat apa Pemilu? Jika Pemilu akhirnya menyebabkan semua partai berada dalam satu barisan, maka apa gunanya partai-partai tersebut?” tegasnya.

Ray juga menyoroti bahwa partai politik pun tidak lagi diperlukan jika semua bergabung dalam satu barisan tanpa ada lagi perbedaan atau perbedaan pendapat yang konstruktif.

BACA JUGA:  Kronologi Direkam CCTV, Skandal Kepsek dan Oknum Guru di Pekalongan

Pernyataan Ray Rangkuti ini mencerminkan kekhawatiran atas kemungkinan hilangnya peran oposisi dalam sistem politik Indonesia yang demokratis.

“Mestinya tak ada Golkar, Gerindra, dan sebagainya kalau akhirnya semua dalam satu barisan,” ucap Ray.

Sementara itu, Bamsoet mengajak calon presiden pemenang Pilpres 2024, Prabowo Subianto, untuk merangkul pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD ke dalam pemerintahan periode 2024-2029.

“Sebetulnya dua ini (Prabowo dan Ganjar) kan sahabat,” ujar Bamsoet setelah menghadiri acara open house di rumah dinas Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/4/2024).

Bamsoet berharap agar Prabowo dan Ganjar dapat melakukan rekonsiliasi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan hasil sengketa Pilpres 2024.

“Diharapkan dua sahabat yang sempat terpisah karena kompetisi dapat merajut kedua tim ini untuk rekonsiliasi,” katanya.

BACA JUGA:  BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Lebih lanjut, Ketua MPR RI ini berpendapat bahwa Pemerintahan Prabowo-Gibran tidak perlu adanya oposisi.

“Bahkan kalau perlu kita tidak butuh oposisi, kita butuh gotong royong, kita butuh demokrasi gotong royong, tidak diperlukan lagi oposisi,” ungkapnya.

Karenanya, dia mendukung jika Prabowo akan merangkul semua partai politik (parpol) yang ada di parlemen.

“Saya mendukung jika Pak Prabowo merangkul semua parpol yang ada di parlemen untuk bersatu membangun bangsa ini ke depan,” ungkap Bamsoet.

Menurut Bamsoet, pengawasan atau checks and balances terhadap jalannya pemerintahan tetap dilakukan meskipun semua parpol bergabung.

“Bersatu bukan berarti checks and balances tidak ada. Kita dapat melakukan musyawarah dalam sistem demokrasi kita sendiri,” katanya.

Dia mencontohkan bahwa dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering terjadi perbedaan pandangan antara parpol pendukung. (Sumber: tribunnews.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version