Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Antrean LPG 3 Kg Jadi Sorotan, Netizen Bandingkan Kebijakan Gibran dan Jusuf Kalla

Antrean LPG 3 Kg Jadi Sorotan, Netizen Bandingkan Kebijakan Gibran dan Jusuf Kalla

Nasional Rabu, 5 Februari 2025 19:27 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Belakangan ini, antrean panjang untuk mendapatkan LPG 3 kilogram menjadi perhatian publik. Fenomena ini memicu perdebatan di media sosial, khususnya di platform X, di mana netizen ramai membandingkan kebijakan energi yang diambil oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan langkah-langkah yang pernah diambil oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada masa pemerintahannya bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebuah utas viral yang diunggah oleh akun @bukupembaharu mengangkat kembali kebijakan konversi minyak tanah ke gas yang digagas JK pada era 2004-2009. “Di masa Wapres Jusuf Kalla, ide konversi minyak tanah ke gas 3 kilogram adalah terobosan brilian yang tidak hanya menguntungkan rumah tangga, tetapi juga menghemat anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah,” tulis akun tersebut.

Advertisement

Postingan itu pun viral, dengan ribuan retweet dan like. Salah satu netizen, @FatihFat*****, bahkan mempertanyakan kebijakan yang diusung oleh Gibran. “Wapres sekarang punya ide apa sih?” tulisnya,  dilansir dari Detik.com.

Kritik terhadap Gibran semakin memuncak setelah kebijakan pelarangan penjualan LPG 3 kilogram melalui pengecer diumumkan pada awal Februari 2025. Kebijakan ini langsung memicu antrean panjang di berbagai pangkalan LPG, yang kemudian menuai protes dari masyarakat. Akibatnya, Presiden Prabowo memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mencabut kebijakan tersebut dan mengaktifkan kembali penjualan LPG 3 kilogram melalui pengecer.

BACA JUGA:  Penista Agama dengan Tantangan Hadiah Miras Bagi Penghapal Al Quran: Kasus Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Bahlil, yang dikenal sebagai orang kepercayaan Jokowi, pun menjadi sorotan netizen. Namanya bahkan sempat menjadi trending topik di X setelah dicuitkan lebih dari 100 ribu kali.

Netizen juga tak lupa membandingkan kebijakan energi JK dengan program-program yang digagas Gibran. Salah satunya adalah program ‘Lapor Mas Wapres’, yang dinilai tidak efektif dalam menangani persoalan seperti kelangkaan LPG 3 kilogram. “Apa gunanya program ‘Lapor Mas Wapres’ kalau masalah tabung gas saja tidak bisa diselesaikan?” tulis akun @BosP****.

Tak hanya itu, netizen juga menyindir aksi bagi-bagi susu yang kerap dilakukan Gibran. “Gibran sibuk mikir cara bagi susu yang efektif dan efisien,” tulis @f**ns_**tadi. Sementara itu, akun @de**011**ndra menilai, “Idenya cuma bagi susu dan buku, mirip gaya pencitraan bapaknya.”

BACA JUGA:  Sah Putusan MK: Program MBG Dilarang Gunakan Anggaran Pendidikan APBN dan APBD Mulai Tahun Depan

Perbandingan antara Gibran dan JK pun menuai beragam komentar. “Kalau wapres punya otak cerdas, dia bisa bantu presiden membuat kebijakan yang bermutu. JK dulu punya ide brilian, Maruf Amin punya apa? Gibran? Syair Fufufafa,” tulis @b***na31.

Sebagai informasi, kebijakan konversi minyak tanah ke gas yang digagas JK pada 2007-2008 dinilai sukses. Pemerintah saat itu mengklaim berhasil menghemat subsidi energi hingga Rp 197,05 triliun. Kini, netizen menantikan langkah konkret dari Gibran untuk mengatasi persoalan energi yang sedang dihadapi masyarakat.

Advertisement

Gibran Rakabuming Raka
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

BERITA TERBARU

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version