Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Di Swiss, Gereja Jadi Sepi Gara-gara Warga Hindari Pajak, Kok Bisa?

Di Swiss, Gereja Jadi Sepi Gara-gara Warga Hindari Pajak, Kok Bisa?

Spesial Senin, 14 September 2026 11:57 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Penerapan pajak gereja di Swiss ikut mendorong sebagian warga meninggalkan keanggotaan gereja. Pungutan yang besarnya berkisar 1 hingga 3 persen, tergantung kanton tempat tinggal, dikenakan kepada warga yang terdaftar sebagai anggota gereja yang diakui negara.

Salah satu cara untuk terbebas dari pungutan tersebut adalah keluar secara resmi dari keanggotaan gereja. Fenomena ini kemudian ikut terlihat dalam meningkatnya jumlah warga Swiss yang meninggalkan gereja dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Mengutip laporan media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang meninggalkan Gereja Katolik di Swiss pada 2023. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Warga Pulau Sebesi Gemar Tonton Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pada tahun yang sama, sekitar 39.517 orang juga secara resmi meninggalkan gereja Protestan. Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, jumlah warga yang meninggalkan gereja di Swiss pada 2023 mencapai sekitar 100.000 orang.

Data Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan Basel-Stadt menjadi kanton dengan persentase pengunduran diri dari keanggotaan gereja tertinggi, yakni 4,5 persen.

Basel-Stadt berada di wilayah utara Swiss dan memiliki mekanisme ‘berhenti dari keanggotaan gereja’ yang memungkinkan seseorang tidak lagi dikenai pajak gereja.

Meski statistik resmi tidak selalu mencantumkan alasan seseorang meninggalkan gereja, laporan Religion Watch menunjukkan adanya kecenderungan tingkat pengunduran diri yang lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pajak gereja.

BACA JUGA:  Penerimaan SDA Ratusan Triliun, Berapa yang Hilang di Tengah Jalan?

Namun, pajak bukan satu-satunya faktor. Perubahan tersebut juga berkaitan dengan semakin kuatnya sekularisme serta munculnya berbagai skandal di lingkungan institusi keagamaan.

Tren itu sejalan dengan perubahan demografi keagamaan Swiss. Berdasarkan survei dan data demografis, sekitar 34 persen populasi Swiss pada 2022 mengidentifikasi diri sebagai ateis.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian warga memang semakin menjauh dari afiliasi keagamaan. Karena itu, fenomena meningkatnya jumlah warga yang meninggalkan gereja tidak bisa semata-mata dipandang sebagai upaya menghindari pajak, tetapi juga berkaitan dengan perubahan sosial dan keagamaan yang berlangsung di Swiss.[Sumber: CNBC Indonesia]

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Spesial

Penerimaan SDA Ratusan Triliun, Berapa yang Hilang di Tengah Jalan?

Spesial

Warga Pulau Sebesi Gemar Tonton Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Utama

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, 5 Partai Dukung

Spesial

KUHP Baru: Nikah Siri, Ada Ancaman Pidana

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version